alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemkab Libatkan Babinsa-Bhabinkamtibmas Imbau Tunda Resepsi Pernikahan

24 Maret 2020, 18: 48: 09 WIB | editor : Perdana

Pemkab Libatkan Babinsa-Bhabinkamtibmas Imbau Tunda Resepsi Pernikahan

WONOGIRI – Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengimbau masyarakat menunda acara resepsi pernikahan, hajatan, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang per hari ini, Senin (23/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan tersebut bertujuan memutus rantai penularan Covid-19 lewat kontak fisik. Antara lain berjabat tangan dan sebagainya. “Kesadaran coba dibentuk oleh pemerintah kepada warga untuk siaga dalam mengantisipasi Covid-19,” terangnya, Senin (23/3).

Selain itu, imbauan tersebut mengacu maklumat kapolri dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dengan meniadakan kegiatan hiburan parade, olahraga, dan kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan massa.

“Imbauan itu tidak hanya dengan surat edaran. Tapi juga (dibarengi) seluruh camat akan mengundang kepala desa untuk menyampaikan imbauan ini,” ungkap bupati.

Ditambahkan Joko Sutopo, kepala desa (kades) akan melakukan pendekatan sosial kultural sehingga imbauan dapat diterima masyarakat.

Warga harus diberi pemahaman tentang pertimbangan di balik imbauan penundaan resepsi pernikahan dan kegiatan lain yang melibatkan massa.

Dalam penyampaian imbauan bakal didampingi babinsa dan bhabinkamtibmas. Dengan begitu, imbuh bupati, tidak ada subjektivitas di masyarakat dan mereka bisa bertanya apabila ada hal yang belum dipahami.

Menanggapi adanya warga Wonogiri yang pada Sabtu lalu berkunjung ke Banyumas untuk hadiri hajatan, bupati menuturkan, pemulangan mereka bukan karena terkategori orang dalam pemantauan (ODP). “Mereka dipulangkan sesuai maklumat kapolri juga, karena hajatan tempat berkumpulnya massa" tandas dia.

Sementara itu, per Minggu (22/3), di Wonogiri terdapat sembilan PDP. Rinciannya,  satu orang dirawat di RSUD dr. Moewardi Surakarta dan dinyatakan negatif korona. Satu lainnya positif korona dan telah meninggal dunia, sedangkan tujuh orang dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. 

Terkait pengumuman hasil uji lab merupakan otoritas Balitbangkes. Namun pemkab tetap memantau kondisi pasien bersangkutan. "ODP ada 35 dan sudah diistirahatkan di rumah. Mereka tidak menunjukkan gejala Covid-19,” pungkas bupati. (rm2/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia