alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

KLB Covid-19 Solo, Masyarakat Ngeyel Berkerumun Bisa Dipenjara 1 Tahun

25 Maret 2020, 14: 29: 03 WIB | editor : Perdana

Polisi membubarkan muda-mudi yang nekat nongkrong di tempat publik.

Polisi membubarkan muda-mudi yang nekat nongkrong di tempat publik.

Share this      

SOLO - Tindakan tegas bakal diberlakukan kepada masyarakat yang masih menghalangi kepolisian dalam mencegah orang berkerumun di tempat umum selama masa kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 di Kota Bengawan. Sebab, sejumlah imbauan agar melakukan social distancing tidak digubris. Bila ada yang menghalangi uapaya polisi, akan dijatuhi hukuman setahun penjara. 

Untuk menertibkan masyarakat yang masih berkerumun, Sparta Satshabara Polresta Surakarta menggelar patroli keliling Kota Bengawan, beberapa waktu lalu. Mereka menyisir masyarakat yang masih nekat berkumpul di malam hari. Benar saja, masih terlihat anak-anak muda kongkow di sejumlah titik

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, tim sparta mengendarai motor trail menyusuri kawasan Jalan Slamet Riyadi. Dengan menggunakan pengeras suara mereka mengajak masyarakat mencegah virus korona. “Silakan kembali ke rumah dan kurangi kegiatan di luar,” ucap salah seorang anggota dengan pengeras suara.

Di kawasan Ngarsopuro, deru motor tim sparta berhenti setelah mendapati muda-mudi tengah asyik nongkrong di lokasi tersebut. Mereka didatangi dan diberikan pemahaman terkait bahaya menularkan virus korona.  Tak hanya berhenti di lokasi tersebut, di sejumlah cafe di kawasan Jalan Ronggowarsito juga didatangi untuk diberikan imbauan. 

Usai dari Jalan Ronggowarsito, tim yang terus menyisir kawasan Kota Bengawan juga mendapati muda-mudi tengah asyik nongkrong di Kawasan Jalan Veteran, Kecamatan Serengan. 

Anggota yang mengendarai sepeda motor langsung memberikan teguran agar mereka pulang ke rumah masing-masing. Patroli yang berjalan lebih 2 jam tersebut, rencananya akan digelar rutin tiap malam untuk mengantisipasi penyebaran virus korona. 

Tak hanya malam hari, Selasa (24/3) pagi kegiatan dilanjutkan dengan menyusuri daerah perkampungan di kawasan Kelurahan Banyuagung, Kadipiro, dan Joglo, Banjarsari. Dengan menggunakan bendi mereka berkeliling mengimbau masyarakat agar berada di dalam rumah.

Tak hanya itu, tim juga melakukan peyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi publik, seperti kantor kelurahan dan sekolah 

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan, giat ini dilakukan guna menindaklanjuti maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. “Kami terus mengimbau kepada masyarakat agar menghindari kerumunan, tidak keluar rumah, tidak melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan atau masyarakat yang mengumpulkan massa,” ujarnya.

Kapolresta menegaskan, sebagian besar masyarakat sudah patuh untuk menghindari keramaian. Namun memang masih ditemukan anak muda nekat berkumpul. “Kalau kami imbau tapi malah dihalangi, maka akan dilakukan hukuman pidana satu tahun penjara,” katanya.

Ditambahkan Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji juga siap backup penuh guna membantu aparat kepolisian dan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Terutama masyarakat yang berkumpul pada malam hari. Seluruh masyarakat seharusnya punya kesadaran mandiri. Saling mengingatkan,” ucapnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia