alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Sosok Sudjiatmi di Mata Sahabat & Tokoh Solo

Sudjiatmi Figur Representatif Seorang Ibu, Ngemong, Ngayomi, Njawani

26 Maret 2020, 09: 00: 22 WIB | editor : Perdana

Sudjiatmi Notomiharjo sangat dekat dengan masyarakat Solo.

Sudjiatmi Notomiharjo sangat dekat dengan masyarakat Solo. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO - Sosok Sudjiatmi Notomiharjo di mata orang-orang yang mengenal dekat tak ubahnya seorang ibu. Sudjiatmi dianggap sebagai figur representatif yang ngemong, ngayomi, dan njawani.

Tokoh perempuan Solo RAy Febri Hapsari Dipokusumo mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (25/3) sore. Lelayu pertama kali didapat dari grup pengajian yang berisi ibu-ibu pejabat dan sosialita Solo.

Setelah itu, dia melihat sejumlah kabar yang berseliweran di berbagai portal berita. Dia langsung mengkonfirmasi kepada kerabat dekat Presiden Jokowi ihwal kematian perempuan yang akrab disapa Eyang Noto itu.

Kepada Jawa Pos Radar Solo, Febri mengatakan, dia mengenal Sudjiatmi sebagai sosok ibu yang bijaksana, rendah hati, sangat santun, menghargai, dan sangat njawani. Terbukti, pada sebuah kesempatan dia mendapati nenek dari Gibran Rakabuming itu berseloroh padanya.

"Eyang Noto itu sering mengatakan kepada saya, Mbak Febri, kulo niki namung ibunipun Jokowi, tapi kok kulo niki orang sering sowan kulo, undangan sana sini. Saya ini hanya seorang ibu, tapi kok saya dihormati dihargai sana sini," ucap Febri menirukan perkataan Sudjiatmi.

Eyang Noto, lanjut Febri, menganggap semua manusia itu sama dan tidak ada perbedaan, meskipun putranya jadi presiden. Febri menceritakan pengalamannya saat bertamu ke rumah ibunda Jokowi. Dia melihat siapapun yg datang ke rumah Eyang Noto selalu diberikan kudapat (suguhan) dengan berbagai jenis. Jika sajian tersebut tidak habis, pasti diminta membawa pulang.

Salah satunya saat Febri dan sang suami KGPH Dipokusumo mengajak rombongan tim perdamaian internasional, Sri Chinmoy Oneness Home Peace Run ke kediaman Sudjiatmi. Seperti diketahui, Sudjiatmi juga mendapatkan award perdamaian dari Sri Chinmoy Oneness Home Peace Run tersebut.

Rombongan yang datang dari sejumlah negara itu juga dijamu dengan sangat bersahaja. Sudjiatmi mengeluarkan suguhan sangat komplit, hingga kudapan tradisional.

"Komplit. Pisang godog, kacang. Dan itu yang bertamu siapa saja itu sama. Istilahnya orang Jawa itu kabeh sak anane ditokne," kata Febri.

Kisah lain yang dirasakan Febri adalah sosok Eyang Noto selalu hadir jika diundang oleh siapapun. Baik itu acara pernikahan, pengajian, dan acara kemasyarakatan lain. Ibunda Jokowi tidak pernah membatasi pergaulan. Dia pun sangat menghargai siapa pun yang datang memberikan undangan ke kediamannya.

"Eyang itu tidak bisa menolak jika ada undangan. Kata eyang, mbok gangsal undangan, saya datangi sedanten. Dan itu pun nggak cuma datang kemudian foto-foto terus pulang seperti pejabat. Beliau duduk sampai selesai," terangnya.

Febri sendiri kali terakhir berinteraksi langsung dengan Sudjiatmi pada medio Januari 2020. Harusnya pada Februari lalu, Eyang Noto mengikuti sebuah acara, namun urung menghadiri. "Kabarnya beliau gerah, tapi beliau itu nggak mau merepotkan orang lain. Jadi nggak ada yang tahu," katanya.

Kesan baik juga didapat dari KGPH Dipokusumo. Menurutnya, sosok Sudjiatmi sangat perhatian, lembah manah, dan semanak. Sudjiatmi juga sangat menghormati siapapun.

"Walaupun semua tahu dia sebagai ibu presiden, tapi beliau bermasyarakat. Jagong dan lain sebagainya, tetap seperti biasanya," katanya.

"Beliau juga mendapat penghargaan salah satu tokoh internasional. Ibu Noto dipandang sekian puluh negara itu layak mendapat penghargaan itu," jabarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo mengenal sosok Sudjiatmi sebagai seorang yang suka membantu sesama. Selalu hadir jika mendapat undangan. "khususnya pertemuan-pertemuan yang diadakan rakyat," katanya.

Purnomo tidak menduga kematian Sudjiatmi datang secepat ini. "Kita hanya mendengar beliau dirawat di DKT (RS Slamet Riyadi). Beliau itu tidak mau merepotkan orang lain," katanya. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia