alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

1 Pasien Positif Covid-19 Wonogiri Berprofesi Sopir Antarkota

26 Maret 2020, 12: 18: 39 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogiri Joko Sutopo

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

WONOGIRI - Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebutkan, seorang warga asal Ngadirojodi dinyatakan positif Covid-19. Pasien laki-laki ini berprofesi sebagai sopir.

Bupati yang akrab disapa Jekek ini mengatakan, dari hasil cek laboratorium, ada dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan negatif korona.

"Satu dinyatakan positif (Covid-19)," jelas dia kepada wartawan, kemarin.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan rumah sakit lini satu untuk mengambil tindakan sesuai standar operasional prosedur. Dia juga akan melakukan koordinasi dengan keluarga pasien bahwa yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit lini satu.

"Ini kita isolasi di rumah sakit lini dua. Kita ambil tindakan swab-nya dua kali dalam satu pekan untuk dilakukan prmantauan pada uji klinisnya," tutur bupati.

Sementara, setelah dilakukan tracking pada pasien positif, yang bersangkutan berprofesi sebagai sopir antarkota jurusan Bogor-Wonogiri.

Bupati mengatakan, sebelumnya selama 14 hari pasien ini diberikan tindakan medis, kemudian dinyatakan sehat. Setelah itu, pasien dirujuk pulang. Di sisi lain, sampel pasien juga telah dikirim ke Balitbangkes untuk diuji lab.

"Untuk hasil lab kan otoritas Balitbangkes. Setelah dirujuk pulang, dinyatakan baik. Tanggal 24 kemarin juga telah melakukan pemeriksaan dan kondisinya baik. Setelah dinyatakan baik, ternyata hasil lab dari Balitbangkes keluar dan dinyatakan positif," jelasnya.

Atas kondisi ini, lanjut bupati, langkah cepat langsung dilakukan dengan mengisolasi pasien yang bersangkutan. Dan dilakukan tindakan medis sesuai SOP. Pihaknya juga telah melakukan tracking, mendasari dari hasil lab Balitbangkes.

Terkait dengan keluarga yang kontak erat, pihaknya akan melakukan screening dan langkah-langkah medis lain, termasuk pemantauan sesuai SOP. Akan diberlakukan pula karantina mandiri di lingkungan sekitar.

"Tidak perlu panik karena ini memang langkah-langkah yang harus dilakukan," kata bupati.

Pemerintah akan menyiapkan kebutuhan logistik. Termasuk biaya pasien akan ditanggung oleh pemerintah. (rm2/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia