alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

B2P2VRP Salatiga Ditunjuk Teliti Covid-19, Bisa Cek 40 Sampel Per Hari

27 Maret 2020, 09: 23: 31 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng mengecek fasilitas B2P2VRP Salatiga.

Gubernur Jateng mengecek fasilitas B2P2VRP Salatiga.

Share this      

SALATIGA – Kini, Jawa Tengah (Jateng) tak harus bergantung pada Jakarta dan Jogja untuk pengecekan sampel pasien yang diduga terjangkit virus korona (Covid-19). Sebab, Kementerian Kesehatan RI telah menunjuk Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga sebagai laboratorium penelitian penyakit korona.

Dengan penunjukkan tersebut, semua pengecekan sampel virus korona dapat dillakukan di laboratorium Salatiga itu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah meninjau dan mengecek fasilitas laboratorium itu, didampingi kepala laboratorium dan para ahli, Kamis (26/3).

"Alhamdulillah kemenkes sudah menunjuk Lembaga B2P2VRP Salatiga ini sebagai tempat pengecekan korona. Ini bisa membantu seluruh rumah sakit yang ada di Jateng untuk melakukan pengecekan," ucap Ganjar.

Pengecekan sampel di laboratorium tersebut bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam. Misal sampel datang pagi sebelum pukul 12.00, hasilnya sudah bisa diketahui sore harinya. Saat ini, per hari laboratorium di Salatiga bisa mengecek 40 sampel dan akan terus ditingkatkan. 

“Ini progres yang sangat bagus untuk melakukan percepatan. Diambil minimalnya, di sini bisa melakukan pengecekan maksimal dua hari saja," papar Ganjar.

Kecepatan dalam pengecekan sampel memang sangat diperlukan. Sehingga penanganan tindakan terhadap pasien yang bersangkutan juga bisa cepat dilakukan. Baik itu yang dinyatakan positif Covid-19 maupun negatif.

"Hasil pengecekan ini yang menentukan perlakuan terhadap pasien. Jadi semakin cepat hasil didapat, akan semakin baik," tegas Ganjar.

Gubernur berharap kemenkes memperbanyak tempat-tempat laboratorium virus korona di daerah. Hal itu agar penanganan kasus bisa lebih cepat da pasti sehingga tidak terjadi penumpukan. Di Jateng, selain B2P2VRP Salatiga, RSUP Kariadi Semarang juga telah ditunjuk kemenkes.

"Namun yang sudah siap dan berjalan di Salatiga karena fasilitas ini dibangun khusus untuk itu. Di Kariadi masih memerlukan beberapa dorongan agar siap," tambahnya.

Sementara itu, Kepala B2P2VRP Salatiga Joko Waluyo menerangkan, di tempat itu terdapat dua alat real time VCR. Selain itu, ada 9 alat konvensional yang standby.

"Setelah ditunjuk kemenkes, kami langsung melakukan pengecekan. Sejumlah rumah sakit sudah mengirim sampel ke kami untuk kami lakukan tindakan," katanya.

Sampai saat ini lanjut Joko, sudah ada 18 sampel yang berhasil dicek. Dalam sehari, tempat itu bisa melakukan pengecekan hingga 40 sampel dengan waktu pengerjaan sekitar delapan jam. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia