alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Ribuan Pemudik Banjiri Boyolali, Dinkes: Semua Tak Ada Gejala Covid-19

01 April 2020, 11: 58: 53 WIB | editor : Perdana

Penyemprotan disinfektan di Boyolali, kemarin (31/3).

Penyemprotan disinfektan di Boyolali, kemarin (31/3). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Tugas berat menanti tim medis di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali. Sebab, mereka harus memantau pemudik atau pelaku perjalanan yang pulang kampung ke Kota Susu. Hingga saat ini, tercatat ribuan pemudik pulang ke Boyolali. 

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina menyatakan, seluruh pemudik tersebut dinyatakan negatif korona. “Di Boyolali belum ada yang positif,” terangnya, kemarin (31/3). 

Menurut wanita yang akrab disapa Lina tersebut, data per 30 Maret hingga pukul 15.43, di Boyolali tercatat ada 2.840 pelaku perjalanan. Mereka adalah para pemudik atau masyarakat Boyolali yang merantau. 

“Itu masuk pelaku perjalanan atau orang tanpa gejala (OTG). Sebab mereka tidak ada gejala ke arah batuk dan pilek. Tapi mereka ada riwayat perjalanan dari luar kota. Itu tetap kami pantau,” ujar Lina. 

Dinkes bakal terus memantau para pelaku perjalanan tersebut selama 14 hari. Jika mereka menunjukkan gejala batuk, pilek, demam, dan sesak napas, maka statusnya bisa berubah menjadi orang dalam pemantauan (ODP) mupun pasien dalam pengawasan (PDP). 

Terkait jumlah ODP, hingga saat ini ada 165 orang. Sedangkan jumlah PDP berkurang, dari 12 pasien jadi dua orang saja. “Seorang PDP dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali dan yang seorang dirawat di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga,” paparnya.

Sementara itu, Pemkab Boyolali bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya melaksanakan penyemprotan disinfektan secara serentak, kemarin. Penyemprotan menyasar semua wilayah di Kota Susu. Selain jalan-jalan protokol, juga fasilitas umum atau ruang publik. 

Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengaku penyemprotan disinfektan selain menangkal penyebaran virus korona, juga untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan masyarakat.

“Mari tetap semangat untuk bersama melawan korona. Semoga virus ini segera berakhir, kehidupan kembali normal. Masyarakat kembali tenang dan semua sejukkan masyarakat. Sejukkan suasana. Bukan membuat kepanikan,” ujarnya. (wid/fer/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia