alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Restrukturisasi Cegah Kredit Macet Debitur Terdampak Wabah Korona

01 April 2020, 17: 08: 23 WIB | editor : Perdana

Restrukturisasi Cegah Kredit Macet Debitur Terdampak Wabah Korona

SOLO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan relaksasi bagi para pelaku industri jasa keuangan. Diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2020 yang dikeluarkan 13 Maret. Salah satu relaksasi yang diberikan berupa restrukturisasi kredit atau pembiayaan bagi debitur terdampak penyebaran wabah korona (Covid-19).

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DI Jogjakarta Aman Santosa menjelaskan, ada sejumlah skema restrukturisasi. Yakni penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, hingga konversi kredit atau pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Restrukturisasi juga dimungkinkan dalam bentuk penundaan atau penjadwalan pembayaran pokok, dan atau bunga dalam jangka waktu tertentu. Khususnya bagi debitur kecil. Antara lain sektor informal, usaha mikro, hingga pekerja yang memiliki kewajiban pembayaran kredit usaha produktif.

“Pemilihan skema tersebut berdasarkan assessment bank terhadap kedalaman masalah dan kondisi keuangan debitur. Serta atas kesepakatan bersama antara industri jasa keuangan dengan debitur. Prinsip dan pendekatan yang sama juga diberlakukan bagi debitur-debitur pada perusahaan pembiayaan. Sesuai POJK tersebut, penerapan kebijakan ini berlaku satu tahun atau sampai 31 Maret 2021,” teran Aman, kemarin (31/3).

OJK sudah menerapkan sejumlah kebijakan. Di antaranya diseminasi dan sosialisasi kepada industri jasa keuangan, pemerintah kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD), Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dan asosiasi terkait lainnya. Diseminasi dan sosialisasi tersebut terus dilakukan agar pihak-pihak terkait tidak salah paham dalam penerapan relaksasi.

“Kami bersama Pemprov Jawa Tengah sudah mengundang industri jasa keuangan. Baik bank umum dan BPR untuk merumuskan strategi implementasi. Agar kebijakan relaksasi tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran. Sekaligus mencegah bank mengalami kesulitan likuiditas,” imbuhnya.

Kebijakan ini akan diprioritaskan kepada debitur bank dan perusahaan pembiayaan yang terdampak wabah virus korona. Di antaranya debitur yang bergerak pada sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Aman mengimbau debitur terdampak virus korona segera mengomunikasikan dengan industri jasa keuangan pemberi kredit atau pembiayaan. Bersama mencari solusi terbaik melalui relaksasi. “Imbauan juga ditujukan kepada bank atau lembaga pembiayaan agar proaktif menginformasikan kepada debitur yang mengalami penurunan ekonomi,” urainya. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia