alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Miris dengan Penolakan Jenazah Covid-19: Mereka Bukan Musuh

01 April 2020, 20: 29: 52 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Aksi penolakan pemakaman terhadap jenazah pasien positif Covid-19 mulai terjadi di beberapa wilayah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa miris mendengar kabar adanya penolakan-penolakan tersebut. Bahkan, ada makam yang harus dibongkar karena adanya penolakan dari warga.

Ganjar meminta masyarakat tetap menghargai proses pemakaman pasien positif Covid-19, terutama untuk menjaga perasaan keluarga yang bersangkutan. Apalagi, seluruh proses pemakaman jenazah pasien positif sudah dilakukan oleh petugas kesehatan yang berwenang sesuai prosedur yang ditetapkan.

"Tolong, tolong betul saya meminta. Jangan ada lagi penolakan terhadap jenazah yang dinyatakan positif korona. Mari kita jaga perasaan korban dan keluarganya," kata Ganjar, Rabu (1/4).

Ganjar menuturkan jika pasien positif Covid-19 sudah meninggal dan dimakamkan dengan prosedur yang sesuai, maka tidak akan menimbulkan penularan. Kepastian itu dia dapatkan setelah berkonsultasi dengan sejumlah pakar kesehatan.

"Kalau sudah dilakukan sesuai prosedur, jenazah sudah dibungkus dan dikubur, itu tidak apa-apa. Virusnya ikut mati di sana. Yang penting, jangan ikut melayat," tegasnya

Stigmatisasi dan penolakan itu, kata Ganjar, pasti akan menyakitkan. Apalagi, bagi keluarga yang ditinggalkan. Tentu sulit dibayangkan, di mana harus kehilangan salah seorang anggota keluarga dan tak bisa melihat wajahnya untuk kali terakhir, bahkan tak bisa ikut memakamkan. 

Ditegaskan Ganjar, pasien Covid-19 bukanlah musuh. Penyakit tersebut juga bukanlah aib. "Kasihan mereka, mereka itu bukan musuh kita. Justru mereka butuh dukungan. Ingat lho, sudah banyak yang sembuh dari penyakit ini," ucapnya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia