alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

PP & Keppres Penanganan Covid-19 Turun, Jateng Segera Lakukan Aksi

01 April 2020, 20: 54: 19 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa lega setelah pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai kebijakan penanganan Covid-19. Yakni Peraturan Pemerintah (PP) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

Ganjar mengatakan, dengan terbirnya aturan tersebut, pemerintah daerah bisa segera melakukan aksi. Diakui dia, jauh sebelumnya Jateng sudah menyiapkan sejumlah rencana aksi.

"Apa yang sudah kami siapkan kemarin, sekarang sudah terpayungi. Tugas kami selanjutnya adalah mengakselerasi ini agar bisa segera dieksekusi," kata Ganjar, Rabu (1/4).

Ada tiga fokus yang akan digarap terkait upaya penanganan Covid-19 di Jateng. Baik dari sisi kesehatan, ekonomi, dan jaring pengamanan sosial. Ganjar akan segera meminta jajarannya di lingkungan pemprov untuk bergerak cepat. Terutama dalam hal persiapan anggaran.

"APBD-nya dikoreksi. Refocusing, relokasi, dan realokasi anggaran dipercepat untuk mendukung tiga sektor utama itu," terang Ganjar.

Bagaimana dengan pembatasan wilayah di Jateng? Ganjar mengakui, pihaknya belum menetapkan daerah mana saja yang akan diberlakukan pembatasan. Saat ini, Ganjar terus berkomunikasi dengan bupati/wali kota se-Jateng untuk menghitung secara teliti berdasarkan fakta dan data di lapangan.

"Saya minta teliti betul agar ini bisa menyejukkan masyarakat. Jangan lupa masyarakat dilibatkan agar mereka mengerti dan tidak panik," terangnya.

Menurut Ganjar, sebenarnya pembatasan wilayah dapat dilakukan dengan basis yang paling mudah. Misalnya daerah yang ada pasien positif Covid-19, maka rumah sakit tempat mereka dirawat dan tempat tinggalnya dapat dibatasi.

Sejauh ini, lanjut dia, juga sudah berjalan pembatasan hingga level desa. Hal itu cukup diapresiasi. ”Hanya, saya ingatkan agar tidak berlebihan. Siapa saja yang datang tidak usah disemprot karena itu berbahaya bagi kesehatan. Cukup mereka menggunakan masker, jaga jarak tidak terlalu dekat, itu sudah bagus,” papar Ganjar.

Jika ada tempat atau fasilitas yang ditutup, Ganjar meminta tetap ada penjagaan. Masyarakat bisa dilibatkan seperti ronda atau melibatkan petugas hansip. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia