alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Kisah Syara-Rizal Jalani Ijab Kabul di Tengah Pandemi Covid-19

02 April 2020, 19: 53: 20 WIB | editor : Perdana

Syara dan Rizal jalani ijab kabul di KUA Laweyan, Solo, kemarin (4/4).

Syara dan Rizal jalani ijab kabul di KUA Laweyan, Solo, kemarin (4/4). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

Di tengah pandemi Covid-19, Syara Hartianingrum, 27 dan Rizal Rakha Prahara, 29, ini nekat melangsungkan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) Laweyan Solo. Seperti suasananya?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo 

TIGA puluh menit sebelum prosesi nikah, dua calon pengantin tampak sudah standby di KUA Laweyan. Hanya ada beberapa orang dari keluarga inti yang hadir. Prosedur ini sesuai dengan yang disyaratkan pemerintah saat menggelar akad nikah di KUA.  “Hanya keluarga inti saja yang hadir karena suasananya seperti ini (pandemic korona),” ujar mempelai perempuan, Syara sebelum akad dimulai. 

Sesuai anjuran pemerintah, yang diperkenankan hadir saat akad nikah adalah penghulu, pasangan pengantin, saksi dari kedua mempelai, dan wali nikah. Sementara tamu lain diwajibkan mengenakan masker dengan jumlah dibatasi untuk bisa menyaksikan akad nikah dalam ruangan tersebut. “Kami ikut saja aturan pemerintah. Toh demi kebaikan bersama. Yang penting akad nikahnya tetap berjalan lancar,” kata dia.

Momen yang dinanti pun tiba, kedua mempelai duduk berdampingan di depan penghulu dan wali nikah. Sementara di sebelahnya saksi dari kedua mempelai. Prosesi ijab kabul berjalan lancar kala penghulu memandu wali nikah maupun kedua mempelai dalam prosesi tersebut, hingga akhirnya dinyatakan sah sebagai sepasang suami istri yang diakui oleh negara.

Syara tampak bahagia setelah dinyatakan sah sebagai istri. Apalagi sang ayah, Syahro Wardi, 53, langsung menjadi wali nikah. “Alhamdulillah senang. Akad nikahnya berjalan lancar. Yang spesial yang menjadi wali nikah bapak sendiri,” kata Syara usai melangsungkan akad nikah.

Setelah dinyatakan sah menjadi sepasang suami-istri dengan mendapatkan buku nikah, kedua mempelai sempat mengabadikan momen bersama keluarga yang hadir kala itu. Tak ada sedikit pun raut kecewa pada kedua mempelai, sekali pun batal menggelar resepsi usai akad nikah tersebut. 

“Resepsinya sebetulnya Rabu Malam. Tapi terpaksa kami undur dulu untuk sementara waktu. Soal kapannya masih belum tahu, mungkin menunggu sampai situasinya lebih kondusif," kata dia.

Beruntung, belum semua undangan disebar pada seluruh tamu. Untuk undangan yang sudah terlanjur dikirimkan, dia dan suami sebelumnya telah menghubungi masing-masing tamu perihal penundaan resepsi nikah tersebut. 

“Memang sebelumnya sempat bingung bagaimana pelaksanaan nanti. Tapi setelah kami cari informasi ternyata KUA masih melayani akad nikah. Jadi yang ditunda resepsinya saja. Paling tidak bersyukur karena masih bisa menikah sesuai rencana,” ucap Syara.

Sang ayah, Syahro Wardi, 53, beserta istri, Sartini, 47, mengaku lega bisa menikahkan putrinya pada Rabu (1/4) ini. Pasalnya, rencana pernikahan itu sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Mengingat urusan gedung pernikahan, katering, dan lainnya tak bisa dipesan mendadak. “Kalau nikah itu kan biasanya pesannya sudah setahun sebelumnya. Tapi karena ada korona, kami patuh anjuran pemerintah dengan menunda resepsinya,” papar dia.

Saat memutuskan hendak menunda resepsi, dia dan istri tetap berkomunikasi dengan pihak besan. Meski berat, dia meminta agar semua pihak bisa memahami situasi saat ini. Alhasil, kedua pihak sepakat menunda pelaksanaan resepsi tersebut. 

“Soal katering dan lainnya, kebetulan kemarin kami sudah komunikasi. Semua uang muka bisa dikambalikan 100 persen. Tapi saya minta disimpan dulu biar nanti kalau sudah fix kapan waktunya tidak begitu repot untuk cari-cari lagi,” jelas Syahro. (*/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia