alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Sisi Lain Pembelajaran Online selama Masa KLB Covid-19

03 April 2020, 15: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Ika Sri Ratna mengajar online dari rumahnya kemarin.

Ika Sri Ratna mengajar online dari rumahnya kemarin. (DOK PRIBADI)

Share this      

Sudah hampir tiga pekan pembelajaran daring atau online diterapkan. Di balik itu, perjuangan guru menyiapkan materi cukup panjang. Seperti apa kisahnya?

RAGIL LISTIYO, Solo, Radar Solo

PEMBELAJARAN daring memang baru kali pertama diterapkan. Meski guru maupun siswa sudah pernah dikenalkan pembelajaran ini. Namun, tentu butuh adaptasi. Seperti dialami Ika Sri Ratna. Guru kimia SMAN 3 Surakarta ini mengaku di awal penerapan metode daring ini dia sempat kebingungan.

“Awalnya baik saya maupun siswa sempat bingung. Bagaimana cara menyampaikan materi kimianya. Sebab ada teori, hitungan, dan praktik,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu, (1/4).

Ika mengaku mendapat jatah mengajar dua kelas, yakni X IPA 1 dan X IPA 2. Dengan total delapan jam mengajar untuk dua kelas selama satu pekan. Ditambah kelas XI percepatan 4 semester dan kelas XII yang konsultasi mengenai soal latihan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK).

Awal penerapan Ika mengaku ada sedikit kendala. Dia menggunakan google classroom untuk pemberian tugas. Materi sudah disiapkan sejak semalam. Dan tepat pukul 07.00, dia persiapan dan menunggu anak didik mengakses soal. Namun, meski pengerjaan dimulai pukul 08.00, baru sekitar pukul 17.00 Ika selesai mengajar.

“Memang cukup menguras waktu. Awal penerapan sampai pukul 17.00. Jadi waktu saya habis karena harus mengecek siswa yang sudah mengakses dan mengoreksi tiap jawaban. Padahal saya masih punya tugas mengoreksi hasil ujian sekolah (US) kelas XII,” katanya.

Tak kehilangan akal, Ika lantas mencoba aplikasi lain dalam pemberian tugas. Sedangkan dalam menyiapkan materi belajar Ika mempersiapkan hingga 2 jam. Apalagi penyampaian materi belajar tidak bisa langsung satu kompetensi dasar (KD). Agar materi bisa diterima siswa satu KD akan dipecah dalam empat pertemuan.

“Kalau belajar tatap muka biasanya satu KD bisa selesai dalam 2 jam. Namun, selama pembelajaran online harus dipecah. Apalagi dalam kimia ada materi hafalan dan hitungan. Jadi selain terkendala sinyal, anak-anak juga meminta ada pembelajaran tatap muka agar materi bisa diterima mereka,” katanya.

Ika lantas membuat video pembelajaran. Tidak hanya menyampaikan materi, dia juga memberikan contoh pengerjaan soal. Bahkan, sesekali Ika melakukan dan menugaskan praktikum kimia. Dengan bahan yang mudah di dapat disekitar rumah dan membuat laporan. Namun, jika siswa kesulitan mendapatkan bahan, praktikum diganti dengan membuat laporan yang bahannya boleh dicari di internet.

“Berikutnya saya akan melakukan pembelajaran tatap muka via video call dengan zoom meeting. Agar siswa juga bisa belajar tatap muka langsung. Dan Alhamdulillah, selama ini materi bisa diterima anak dengan baik,” katanya.

Ika sendiri selalu memastikan anak mengikuti pembelajaran sesuai jadwal. Dan setiap pertemuan akan diberikan soal. Untuk memastikan materi belajar diterima siswa. Bahkan dalam satu soal anak diberi waktu 30 detik untuk menjawab. Hasilnya nilai rata-rata siswa cukup bagus. Apalagi setiap keluhan maupun usulan metode pembelajaran online selalu berganti-ganti dan mempertimbangkan usulan siswa.

Ika yang juga wali kelas X IPA 1 selalu mengecek tingkat kehadiran dan kondisi siswa. Bahkan, setiap dua hari sekali dia memberikan quisioner dengan dua pertanyaan pokok. Seperti kondisi kesehatan dan keberadaan siswa ketika pembelajaran berlangsung. Hal tersebut untuk memastikan kesehatan siswa dan pengawasan. Sebab, siswa wajib untuk tetap di rumah.

“Pembelajaran daring bisa berjalan efektif jika penggunaan media juga tepat. Meski waktu tetap molor, namun bisa berjalan efektif dan yang terpenting materi tersampaikan. Dan hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai tenaga pendidik,” ujarnya. (*/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia