alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Kera Kelaparan Grojogan Sewu Berkeliaran

Imbas Penutupan Obyek Wisata Karena Wabah

03 April 2020, 18: 28: 57 WIB | editor : Perdana

DAMPAK KORONA: Warga membagikan buah ke kawanan kera Grojogan Sewu. Usai objek wisata ini ditutup sementara, kawanan kera berkeliaran bebas.

DAMPAK KORONA: Warga membagikan buah ke kawanan kera Grojogan Sewu. Usai objek wisata ini ditutup sementara, kawanan kera berkeliaran bebas. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Penutupan sementara objek wisata Grojogan Sewu Tawangmangu imbas mewabahnya Covid-19, membuat kawanan kera di kawasan tersebut berkeliaran bebas. Mencegah masuk ke permukiman warga, Pemerintah Kecamatan Tawangmangu dan pengelola berinisiatif menyebar aneka buah untuk melokalisir kera tersebut.

Grojogan Sewu sudah ditutup sejak dua pekan terakhir. Hal itu menjalankan instruksi Pemerintah Kabupaten Karanganyar sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Selama ini, kawanan kera ini sering mendapat makanan dari pengunjung. Usai objek wisata tersebut ditutup, mereka mulai berkeliaran bebas.

Camat Tawangmangu Rusdiyanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pedagang buah di Pasar Tawangmangu supaya tidak membuang buah yang sudah tak layak jual. Buah-buah tersebut akan dikumpulkan terlebih dahulu. Selanjutnya diberikan ke kawanan kera agar tidak berkeliaran bebas.

”Di wilayah lain, kalau kawanan kera kelaparan, mereka akan merambah ke permukiman warga. Bahkan tidak jarang ada yang sampai menyerang. Untuk mencegah hal itu, kami bersama pengelola Grojogan Sewu membagikan buah pedagang yang tidak terjual. Biasanya kami bagikan setelah Duhur,” jelas Rusdianto, kemarin (2/4).

Pemberian makanan itu sudah sejak Selasa (31/3). Di Pasar Tawangmangu, masih ada sekitar 7 hinggga 8 pedagang buah yang konsisten berjualan di tengah korona.

”Apabila mereka sudah tidak berjualan sementara waktu, saya akan berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk menyediakannya secara swadaya,” ungkapnya.

Rusdiyanto menambahkan, buah yang dibagikan bermacam-macam. Mulai dari alpukat, jeruk, dan pisang.

”Kami lakukan untuk antisipasi karena binatang juga perlu perhatian. Kemarin, sudah terkumpul 8 kilogram. Kami berikan di pintu masuk objek wisata Grojokan Sewu,” tandasnya. (ryn/adi)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia