alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemkab Pesan 1.300 Hazmat Suit, Puskesmas Tak Pakai Jas Hujan Lagi

04 April 2020, 12: 02: 33 WIB | editor : Perdana

Petugas medis pakai hazmat suit ketika simulasi penanganan pasien suspect korona di RSUD Soediran Mangun Sumarso, beberapa waktu lalu.

Petugas medis pakai hazmat suit ketika simulasi penanganan pasien suspect korona di RSUD Soediran Mangun Sumarso, beberapa waktu lalu. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Bupati Joko Sutopo mengklaim ketersediaan alat pelindung diri (APD), di antaranya hazmat suit dipastikan cukup.

"Sangat cukup untuk saat ini," ujarnya, Jumat (3/4). Pemkab, lanjut bupati, telah bekerja sama dengan salah satu pabrik garmen di Kecamatan Ngadirojo untuk pembuatan hazmat suit. Kapasitas produksi hazmat suit mencapai 300 unit per hari.

"Langsung kami booking. Tidak boleh dijual ke mana-mana. Dibeli oleh pemkab melalui gugus tugas," terangnya.

Terkait kualitas, APD buatan Ngadirojo tersebut dinilai memenuhi standar minimal. Selama dua hari terakhir, APD tersebut telah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas. 

"Daripada (pakai) jas hujan," ungkapnya. 

Untuk sementara, pemkab telah memesan hazmat suit sebanyak 1.300 buah. Jumlah tersebut diasumsikan dengan jumlah personel tenaga kesehatan sebanyak 1.200 orang.

Kepala UPTD Puskesmas Wonogiri 1 Pitut Kristiyanta Nugraha mengaku telah menerima bantuan APD tersebut. "Kami menerima 25 buah,” ucapnya. Soal kualitas, hazmat suit buatan lokal itu cukup memenuhi syarat. 

Sementara itu, data dari web resmi Pemkab Wonogiri, per Kamis (2/4) pukul 21.00, terdapat 11 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 147 orang dalam pemantauan (ODP). Tidak ada pasien positif Covid-19 karena. Satu pasien yang terkonfirmasi positif beberapa waktu lalu sudah dinyatakan sembuh. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia