alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Melihat Posko Covid-19 Balai Kota Solo, Siaga 24 Jam Pelototi Pemudik

04 April 2020, 12: 31: 11 WIB | editor : Perdana

Petugas siaga di Posko Covid-19 di Balai Kota Surakarta kemarin.

Petugas siaga di Posko Covid-19 di Balai Kota Surakarta kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Kesiapsiagaan menghadapi korona (Covid-19) dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menyediakan posko khusus menghadapi wabah ini. Berbagai fasilitas pun disiapkan. Seperti apa kondisinya?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

BEBERAPA petugas tampak sedang standby di dalam Posko Covid-19 di halaman Balai Kota Surakarta. Mereka tampak berbincang akrab dan terus siaga menerima laporan dari masyarakat. Agar memudahkan warga melaporkan aduan, maka posko dilengkapi nomor darurat (hotline). Hingga saat ini, petugas telah menerima 10 aduan terkait adanya pemudik di sekitar rumah tinggal mereka.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Surakarta Eko Prajudhy Noor Aly mengungkapkan, masyarakat boleh melaporkan atau mengakses nomor kedaruratan tersebut tiap saat. Mengingat masa operasional posko berlangsung selama 24 jam. “Hotline-nya bisa kontak (0271) 2931000 atau 08112811919. Bisa diakses 24 jam nonstop,” jelas dia, Jumat (3/4).

Pihaknya meminta masyarakat tak perlu sungkan untuk menghubungi nomor tersebut bila mendapati adanya kejadian di kewilayahan maupun lingkungan. Mengingat ada 27 personel gabungan yang bertugas di masing-masing sif. “Sehari ada tiga sif yang dijaga 27 petugas per sifnya. Terdiri dari petugas BPBD, relawan, TNI-Polri, tim medis, dan lainnya. Jadi kalau ada aduan langsung akan ditangani,” papar Eko.

Hingga Jumat (3/4) kemarin, jumlah laporan atau aduan terkait adanya perantau atau pemudik di Kota Solo mencapai 10 kali aduan. Pihaknya langsung menugaskan sejumlah tim untuk datang ke lokasi. 

“Biasanya langsung ditindaklanjuti dengan datang ke lokasi. Lalu kami cek langsung siapa orang tersebut dan apa kepentingannya. Sambil kami lakukan pendataan,” jelas dia.

Sepuluh aduan pemudik itu paling banyak diisi oleh kerabat atau tamu yang berkunjung di Solo. Sisanya merupakan anggota keluarga yang baru balik dari luar kota maupun luar negeri. Baik untuk urusan bekerja atau pendidikan.

“Sempat kami data ternyata kerabat mereka atau anak mereka yang datang dari lokasi lain. Kami arahkan untuk cek kesehatan secara berkala,” papar Eko.

Jika dinyatakan tidak sehat atau terindikasi ada gangguan kesehatan, pemudik tersebut diarahkan untuk mengisolasi diri sambil dipantau ketat kondisi kesehatannya. “Nah, nanti bisa saja langsung diminta untuk perawatan di rumah sakit atau di lokasi karantina yang disediakan pemerintah. Tapi dari tinjauan 10 laporan warga kemarin sejauh ini masih aman,” tutur dia. (*/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia