alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Travelling
icon featured
Travelling

Serunya Off-Road di Gunung Lawu, Pacu Adrenalin di Jalan Miring

05 April 2020, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Serunya Off-Road di Gunung Lawu, Pacu Adrenalin di Jalan Miring

Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar terkenal akan keindahan alamnya karena berada di lereng Gunung Lawu. Sesekali cobalah menjelajahi pesonanya dengan off road. Ada sensasi berbeda yang didapat.

DUA puluh kendaraan roda empat jenis Jeep, Suzuki Jimny dan Jimny Jangkrik terpakir di Terminal Wisata Ngargoyoso Desa Kemuning. Mobil bermesin dobel gardan itu hendak mengangkut wisatawan yang akan mengikuti off road dengan rute Kemuning menuju Segorogunung. Wartawan Jawa Pos Radar Solo mendapat kesempatan mengikuti mereka pada 29 Februari lalu.

Setelah semua kendaraan terisi, perjalanan dimulai. Lintasan yang ditempuh sekitar 10-15 kilometer (Km). Start dimulai dari terminal Wisata Ngargoyoso menyusuri Kebun Teh Kemuning. Saat memasuki area kebun teh, melintasi jalanan batu yang tertumpuk rapi. Di kanan dan kiri, terlihat hamparan luas kebun teh yang indah. Bonus pemandangannya jika tertutup kabut dengan hawa dingin di kaki pegunungan.

Setelah melakukan perjalanan sepanjang 4 km dari kebun teh, kami berhenti sejenak di Lapangan landing Paralayang untuk foto selfie bersama menikmati pemandangan savana. Perbukitan kebun teh yang hijau begitu terlihat jelas.

Setelah berhenti selama 15 menit, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Bumi Perkemahan Segorogunung. Bedanya bebatuan terjal terganti oleh mulusnya jalan cor hingga tiba di bukit paralayang. Di sana, terdapat kedai kopi dengan fasilitas hotspot wifi berbayar. Kami menikmati kopi dengan memandang pemandangan tempat lepas landas paralayang.

Setelah setengah jam ngopi, perjalanan dilanjutkan melewati hutan pinus. Jalan yang dilalui sangat becek dan lengket. Di sana, wisatawan diajak menanam pohon untuk mendukung penghijauan lahan. Ada tiga jenis mulai dari Damar, Kayu manis, serta Cemara. Lalu perjalanan dilanjutkan ke lapangan Bumi Perkemahan Segorogunung, melintasi pertanian sayur dengan kecepatan 50 Km/jam.

Kami dibuat basah olehnya. Rutenya yang miring membuat adrenalin semakin terpacu. Bahkan, driver teriak tidak berani melewati rute dengan gimik agar penumpang merasakan pacuan adrenalin yang luar biasa. Hingga akhirnya kami tiba di Candi Sukuh.

Ketua Segorogunung Adventure, Eko Wahyudi mengatakan, komunitas ini mulai dilirik wisatawan yang ingin merasakan sensasi off road di Gunung Lawu. Anggotanya mempunyai latar belakang profesi yang berbeda-beda. Ada yang petani, PNS, serta wiraswasta.

”Awalnya untuk menyalurkan hobi, tapi sekarang sudah melayani permintaan untuk wisatawan,” jelasnya.

Eko mengatakan, dibutuhkan keahlian khusus untuk menjadi sopir off-road. Pihaknya mengadakan pelatihan khusus untuk driver.

”Untuk skill mengemudi biasanya kami uji dulu kelayakannya dengan melibatkan beberapa senior off road. Juga pelatihan khususnya tentang guide dari pihak Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar,” ungkapnya.

Pasalnya, jalur yang dilalui tidak datar nan mulus, melainkan jalan berliku-liku dan naik turun dengan posisi curam, tanjakan ekstrem, serta berasa di sisi tebing atau jurang. Juga melintasi jalan berlumpur pekat. (ryn/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia