alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Jumlah Pemudik Wonogiri Turun, Pekan Depan Diprediksi Melonjak Lagi

06 April 2020, 11: 19: 58 WIB | editor : Perdana

Petugas kesehatan melakukan screening awal di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri.

Petugas kesehatan melakukan screening awal di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Jumlah pemudik Wonogiri yang menggunakan transportasi umum, terutama bus terpantau turun pada pekan ini. Namun, diperkirakan bakal ada lonjakan jumlah pemudik lain pada pekan depan.

Koordinator Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto mengatakan, bahwa beberapa hari terakhir terjadi penurunan jumlah penumpang. "Mungkin para perantau sudah banyak yang memahami imbauan dari pemerintah untuk tidak mudik dulu," jelas dia.

Berdasarkan grafik jumlah pemudik di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, sejak 1 April, jumlah pemudik perlahan menurun hingga 4 April. Dari pantauan, bus-bus yang datang ke terminal Giri Adipura memang tak banyak mengangkut penumpang.

Agus menuturkan, hingga saat ini jumlah pemudik yang pulang kampung sebanyak ketika Hari Raya Idul Fitri. Ketika mendekati hari H Lebaran, jumlah pemudik bisa mendekati angka 4.000 penumpang bus dalam sehari. Sementara saat mudik kali ini, pada 30 Maret lalu jumlah pemudik penumpang bus sebanyak 2.300-an. Kemudian berangsur turun, pada 1 April jumlah pemudik menjadi sekitar 880 orang.

"Saya kira tidak semuanya kembali, hanya sebagian," jelas dia.

Kebanyakan di antaranya, tambah Agus, merupakan kaum boro yang bekerja sebagai pekerja informal, seperti buruh harian ataupun pedagang kecil. Menurut dia, ketika pekerjaannya harus terhenti karena pandemi korona, mereka tetap harus mengeluarkan biaya untuk bertahan hidup di perantauan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk pulang kampung sebelum kehabisan uang yang dimiliki.

Penurunan jumlah penumpang tersebut juga membuat lega petugas kesehatan yang melakukan screening awal di terminal. Seperti diketahui, selama masa wabah Covid-19, petugas kesehatan memang ditempatlan di terminal. Mereka akan melakukan screening awal dengan mengecek suhu tubuh dan menanyakan apakah penumpang mengalami gejala Covid-19.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo atau Jekek mengatakan tidak akan melarang kaum boro untuk kembali ke Wonogiri. "Para pemudik di- screening dulu di terminal. Kita berikan sosialisasi apa yang harus dilakukan para pemudik," tutur bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Sosialisasi itu di antaranya mendisiplinkan para pemudik agar melakukan karantina secara mandiri selama 14 hari. Selain itu, mereka diminta untuk melakukan budaya hidup bersih dan sehat.

Apa kira-kira yang menjadi alasan menurunnya jumlah pemudik akhir-akhir ini? Bupati tak mau berspekulasi terkait hal itu. "Kami sudah menyiapkan infrastruktur kesehatan bersama dengan paramedisnya. Kami juga terus berkonsolidasi dengan TNI-Polri untuk turut melakukan pengamanan dan dilakukan secara berkelanjutan," papar dia.

Terpisah, Arrahman Yuli Hananto, ketua Paguyuban Pandowo (Paseduluran Mudo-Mudi Wonogiri) yang merupakan paguyuban perantau dari Wonogiri mengatakan, saat ini memang terjadi penurunan jumlah pemudik. "Pedagang-pedagang kecil saat ini sudah pulang. Untuk para pekerja yang terikat kontrak mungkin belum pulang karena belum diliburkan," jelas pria yang akrab dipanggil Pitik itu.

Pihaknya saat ini juga telah memberikan imbauan kepada para anggota untuk tidak mudik terlebih dahulu. Semisal tetap akan mudik, kata Pitik, anggotanya diminta untuk melapor kepada ketua RT setempat terkait kedatangannya.

Dia memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah pemudik pada pekan depan. "Saya dapat info dari dulur-dulur yang bekerja di beberapa pabrik, katanya minggu depan akan diliburkan," tutup Pitik. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia