alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Ratusan Orang Jalani Rapid Test, 6 Warga Sukoharjo Positif Covid-19

06 April 2020, 16: 28: 20 WIB | editor : Perdana

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo menggelar jumpa pers.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo menggelar jumpa pers. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Ratusan orang dan tenaga medis di Kabupaten Sukoharjo telah menjalani rapid test. Enam orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19, namun dipastikan bukan dari tenaga medis.

Juri Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Gani Suharto menyebut bahwa RSUD Ir Soekarno Sukoharjo telah menerima 30 unit alat rapid test. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo menerima 95 alat rapid test.

"Utamanya digunakan untuk tes paramedis. Tapi ada pula yang digunakan untuk masyarakat, khususnya orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala, namun kontak erat dengan pasien positif," kata Gani, Senin (6/4).

Menurut Gani, dari 30 alat yang diterima RSUD Ir Soekarno, telah digunakan untuk tenaga medis. Hasilnya, 100 persen dari 30 tenaga medis yang dilakukan rapid test negatif Covid-19.

"Kemudian yang dari dinas kesehatan dilakukan rapid test di lima Puskesmas, yakni di Bulu, Nguter, Sukoharjo, Grogol, dan Baki. Dari 95 orang yang dilakukan rapid test, 89 orang dinyatakan negatif, sedangkan enam orang dinyatakan positif," papar Gani.

Kepala Dinkes Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, rapid test tidak hanya dilakukan terhadap tenaga medis. Tapi juga masyarakat yang diyakini perlu dilakukan rapid test.

Yunia memastikan, dari enam yang dinyatakan positif Covid-19, bukan dari tenaga medis. Melainkan warga masyarakat. Enam warga positif tersebut, dua orang di antaranya dinyatakan PDP. Yakni suami istri warga Desa Juron, Kecamatan Nguter yang mudik dari Surabaya.

"Satu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Surakarta dan satu dirawat di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo," katanya.

Kemudian, dua orang lainnya ditetapkan sebagai ODP dan dua orang orang tanpa gejala (OTG). Keempat orang ini dilakukan isolasi mandiri dan dilakukan pengambilan swab untuk penegakan diagnosa pasti.

"Dari enam orang ini, dua orang dari Nguter, dua Grogol, satu Bulu, satu Baki," pungkasnya. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia