alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Cerita Totalitas Personel Posko Covid-19 Kota Surakarta (I)

Pulang Hanya Mandi, Istri Selalu Siapkan Jamu

06 April 2020, 20: 02: 39 WIB | editor : Perdana

Koordinator Posko Covid-19 Kota Surakarta M. Yusron.

Koordinator Posko Covid-19 Kota Surakarta M. Yusron.

Share this      

Secara kasat mata, aktivitas petugas di Posko Covid-19 di halaman Balai Kota Surakarta tak sesibuk ketika terjadi kedaruratan bencana alam. Namun ternyata, tenaga dan pikiran malah banyak terkuras. 

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

DI posko tersebut, sejumlah petugas yang stand by selama 24 jam tergabung dalam Team 11 (Setia Bela Surakarta). Mereka terdiri dari 11 unsur organisasi perangkat daerah (OPD) plus TNI-Polri dan relawan. Anggota tim umumnya bertugas delapan jam untuk tiap sifnya. Tapi ada beberapa orang siaga full tanpa digantikan.

Di antaranya M. Yusron, 44, yang bertugas sebagai koordinator Posko Covid-19 Kota Surakarta. “Karena jadi koordinator, ya bertanggung jawab 24 jam penuh. Kalau rekan yang lain bisa gantian, saya stand by 24 jam,” terangnya, Sabtu (4/4).

Sejak posko didirikan Selasa (31/3), pria yang juga koordinator tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta tersebut hanya pulang ke rumah untuk mandi. 

Meski demikian, Yusron tak mengeluh. Dia mengaku sudah mendedikasikan hidupnya sebagai petugas kemanusiaan sejak 1994. “(Tugas) seperti ini sebetulnya sudah biasa. Mulai 1994, saya sudah sering jadi relawan pemadam kebakaran (damkar). Akhirnya bisa masuk (jadi anggota) damkar sebelum pindah tugas ke BPBD,” terang warga Dawung Wetan RT 03 RW 08 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan itu.

Meski terlihat tangguh, Yusron juga merasa kangen bercengkerama dengan keluarganya. Mengingat selama enam hari terakhir dia hanya pulang untuk mandi. "Kadang ya pakai udur (debat) dengan istri soal ini. Tapi saya maklum, mungkin karena istri khawatir," jelasnya.

Apalagi karena kondisi darurat saat ini berbeda dengan situasi bencana. "Penanganan bencana itu kan jelas ‘musuhnya’. Tapi soal virus ini kan tidak kelihatan, jadi wajar kalau istri khawatir. Ya saya harus pandai-pandai beri pemahaman,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan atas tugas Yusron, sang istri selalu menyiapkan jamu siap minum. Walaupun rasanya pahit, Yusron selalu menghabiskan ramuan tradisional tersebut. “Katanya biar stamina makin kuat selama berjaga di posko darurat. Paling tidak jamu yang saya minum iitu bisa membuat istri lebih tenang,” kata dia.

Di sela-sela bertugas, Yusron tak lupa berkomunikasi dengan istri tercintanya via video call melalui aplikasi WhatsApp. Dia selalu diwanti-wanti istrinya tidak telat makan.

Seluruh personel Posko Covid-19 harus siap setiap saat menerima laporan dari berbagai pihak. Salah satunya pada Kamis lalu (2/4) lurah Pucangsawit melaporkan akan ada warganya yang balik dari Pulau Dewata pada pukul 12.00.

Setelah dilakukan koordinasi, warga bersangkutan diperkirakan tiba di Kota Solo sekitar pukul 03.00. Petugas Posko Covid-19 segera mendatangi rumah pemudik bersangkutan untuk memberikan pengarahan dan pengecekan kesehatan bersama petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta.

"Kebetulan saat itu memang pas lelah-lelahnya. Tapi karena tugas, ya harus dilakukan bersama tim yang siaga. Sampai di lokasi kami data dan cek, ternyata (pemudik) sehat. Setelah itu, ya kami beri arahan sesuai protokol penanggulangan Covid-19,” beber dia.

Apakah tidak takut tertular korona? Yusron mengatakan, rasa waswas itu memang ada. Tapi, tugas tetap dilaksanakan demi kepentingan yang lebih besar. "Kami (seluruh personel Posko Covid-19) yakin saja kalau ini semua dilakukan demi kebaikan semua orang. Jadi kami pasrah dan yakin selalu diberi perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Doakan saja kami selalu sehat," harapnya.

Yusron juga mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali bergotong royong memutus rantai penularan korona. Salah satu caranya dengan tidak keluyuran dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Bantu kami. Jangan keluar rumah dulu jika tidak penting. Hindari berkumpul dengan banyak orang, jaga kebersihan, dan tetap sehat. Paling tidak ini yang bisa dilakukan masyarakat agar kami lebih tenang dalam bertugas," urai dia. (*/wa/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia