alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Ogah Bangkrut, Produsen Pakaian Outdoor Banting Setir Produksi APD

06 April 2020, 23: 28: 37 WIB | editor : Perdana

Pekerja konveksi pakaian outdoor memproduksi alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan tenaga medis yang menangani pasien korona.

Pekerja konveksi pakaian outdoor memproduksi alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan tenaga medis yang menangani pasien korona. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Wabah Covid-19 juga berdampak pada sisi ekonomi. Beragam usaha mengalami kembang kempis karena transaksi yang anjlok. Salah satunya produsen pakaian. Tak ingin akhirnya gulung tikar karena lesunya ekonomi, produsen pakaian khusus outdoor di Dusun Jumog, Desa/Kecamatan Jaten banting setir dengan memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani kasus Covid-19.

Yuiz Setyawan, produsen pakaian outdoor mengaku awalnya mengalami dilema. Dia harus memilih antara melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan atau mencoba hal baru. Dia lantas mempunyai ide memproduksi APD yang sedang dicari para tenaga medis.

”Daripada tidak produksi, kami mencoba membuat APD untuk pelayanan kesehatan. Saat ini kami jual bebas, terutama ke teman-teman yang mendonasikan APD untuk rumah sakit. Kami hanya mengandalkan bahan di pasaran yang seadanya,” ucapnya, Sabtu (4/4).

Yuiz mengatakan, sejak beralih produksi, Senin (30/3) lalu, sudah membuat 5.000 potong APD. Dia mengandalkan 40 karyawannya. Baju tersebut nantinya dijual ke pengusaha maupun asosiasi yang akan mendonasikan ke rumah sakit khusus penanganan penyakit korona.

”Per set APD berbahan spunbond kami jual Rp 60 ribu, jika ditambah pelindung kepala Rp 70 ribu. Jika APD berbahan parasit berwarna silver, per set-nya dijual Rp 70 ribu, dengan pelindung kepala menjadi Rp 80 ribu. Jadi selisih harga antara dua bahan tersebut Rp 10 ribu,” katanya.

Terkait kendala bahan, pihaknya mendapati harga bahan di pasaran terus melambung tinggi. Awalnya spunbond Rp 5 ribu per meter persegi, naik menjadi Rp 15 ribu.

”Pesanan datang dari Solo, Karanganyar, Jakarta hingga Palembang. Untuk rumah sakit yang di sekitar Solo, kami donasikan ke RSUD Dr Moewardi, RSUP Dr Kariadi Semarang, dan RSUD Karanganyar,” ungkapnya.

Dia menambahkan APD yang dia buat sudah sesuai standar kesehatan. ”Kami sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter dan perawat RSUD Dr Moewardi dan RSUP Dr Kariadi. Sebelum diproduksi masal, baju APD sudah dicek kelayakannya,” tuturnya.

Yuiz menargetkan bisa memproduksi 1.000 set APD per hari. ”Untuk saat ini baru bisa memproduksi 500 pieces APD per hari. Padahal ketentuannya 40 pekerja harusnya bisa membuat 1.000 APD per hari. Kemungkinan pekerja masih kurang penyesuaian,” tandasnya. (ryn/adi/ria)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia