alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

1958, Klub Rusia Spartak Moskow Pernah Datang di Solo & Tantang Persis

06 April 2020, 23: 42: 28 WIB | editor : Perdana

Sergei Salnikov, pemain Spartak Moscow dari musim 1955-1960.

Sergei Salnikov, pemain Spartak Moscow dari musim 1955-1960. (ISTIMEWA)

Share this      

Di Balai Persis masih tersimpan sebuah vandel berlambang Uni Soviet. Ini jadi sebuah koleksi yang sangat berharga. Klub Spartak Moskow asal Rusia ternyata sempat bertanding ke Kota Solo. Seperti ini setitik kisahnya? 

NIKKO AUGLANDY, Radar Solo

KESEBELASAN Spartak Moskow asal Rusia ternyata sempat menginjakkan kakinya di Kota Solo, tepatnya pada 23 Februari 1958. Tim yang dulu masih jadi bagian dari negara Uni Soviet tersebut, di tahun tersebut menjalani beberapa rangkaian pertandingan di Indonesia. Tim ini tiba dari Kota Venna pada 9 Februari 1958.

Rombongan Spartak Moscow dipimpin oleh Nasily Kuzin, Nasily Chlopjakov sebagai juru bicara, Nikolay Stazost (pelatih-pembantu kesebelasan), Nikolay Guljaev (pelatih), Victor Sikolov (pelatih), dan Georgey Sjelenok (masseur) . 

Pemain bintang seperti Sergey Salnikov, Aleksey Paramonov, Michael Sverbauch, N Ikoldy Parsji, Anatoly Volodin, Jury Sedov, Igor Grekov, Anatoly Saldatov, Valentin Ivakin, hingga Anatoly Sutjikov masuk rombongan. Selain itu, ada juga sosok seperti Aleksey Kornev, Nikolav Tchisjienko, Algridas Kalikanskas, Jury Pagalnikov, Boris Lobutev, Engeny Kholmogorov, Emerih Mikulets, Viktor Tjistiaktov, dan Viktor Mischine.

Beberapa pertandingan mereka jalani. Seperti di  Jakarta pada 16 Februari 1958, mereka melawan Persija dengan hasil akhir kemenangan 3-2.

Rombongan kemudian menuju ke Kota Solo untuk melawan Persis, 23 Februari 1958. Persis ternyata kalah 1-6 (1-2), dalam laga yang diwasiti oleh Tahitu dan Kuntadi tersebut. Spartak Moskow akhirnya menuju ke Makassar untuk menantang Persebaya (26/2/1958), yang sukses dikalahkan 9-1. 

Kota Makassar juga sempat disambangi. Di kota Ini, PSM Makassar takluk 0-5. Buku terbitan PSSI berjudul Sepakbola Indonesia Alat Perjuangan Bangsa menjabarkan, tim ini menjalani tujuh pertandingan. Dengan selisih gol 34-4. Rombongan ini kembali ke Moskow tanggal 10 Maret 1958 dengan S.A.S via Vienna. 

Salah satu pengamat sepak bola asal Jakarta Abdillah Afiif mengungkapkan, banyak klub asal Uni Soviet yang sempat bertanding di Indonesia. Sebagian besar terjadi saat Indonesia awal-awal berdiri.

“Persija juga sempat jalani tur ke Soviet, itu buat balesan tur Zenit Leningrad yang sekarang jadi Zenit St Petersburg,” ujarnya.

Zaman dulu banyak negara luar negeri yang memang memutuskan untuk menjalani pertandingan di Indonesia. Di Kota Solo sendiri beberapa klub asal Austria, Inggris hingga Malaysia sempat mencoba bertanding di Stadion Sriwedari. Klub luar negeri yang sempat bertanding di Solo antara lain adalah Aryan Gymkhana (India), Grazer SC (Austria), Ascot FC (Australia), Wiener SC (Austria), Middlesex Wonderers (Inggris) hingga Johor (Malaysia).

“Biasanya klub luar yang datang ke Indonesia emang nggak sekali tanding doang, tapi ngadain tur juga. Jadi tanding di beberapa kota,” ujar pendiri Abidin Side tersebut. (*/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia