alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Pasoepati Pasrah Libur Nonton Bola & Kumpul Anggota

07 April 2020, 15: 20: 02 WIB | editor : Perdana

Aksi koreografi Pasoepati tribun utara saat mendukung Persis Solo di Stadion Manahan.

Aksi koreografi Pasoepati tribun utara saat mendukung Persis Solo di Stadion Manahan. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Kompetisi Liga 2 harus dihentikan untuk sementara waktu guna antisipasi penyebaran virus korona (Covid-19) yang telah jadi pandemi. Alhasil tak akan ada pertandingan sepak bola yang bisa digelar. Ini juga membuat seluruh suporter dipastikan harus libur menjalani hobinya menonton pertandingan sepak bola.

“Melihat situasi saat ini, memang lebih baik dihentikan sementara kompetisinya. PSSI saja tidak bisa menjamin. Tak ada yang bisa memprediksikan secara pasti kapan virus ini akan hilang di Indonesia. Kami tetap berpegangan, semoga di akhir Mei nanti situasi bisa membaik, dan pemerintah bisa mencabut status tanggap daruratnya. Setelah itu, PSSI bisa memberi kabar baik bahwa kompetisi bisa kembali digelar,” ujar Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin. 

Pria yang akrab disapa Rio ini ternyata mengakui sudah banyak membatalkan ajakan untuk berkumpul dengan beberapa anggota Pasoepati lainnya. Beberapa rapat juga diputusakan dilakukan melalui WhatsApp, dan tak melakukan rapat  berkumpul di satu lokasi.

”Kami ikuti aturan dari Pemkot Surakarta yang tak memperbolehkan ada acara yang bisa mendatangkan massa. Mau tak mau saat ini saya dan yang lainnya menghabiskan waktu banyak di rumah,” ujarnya.

Salah satu agenda besar DPP Pasoepati yakni rapat kongres untuk pemilihan ketua umum baru periode mendatang, juga dipastikan ditunda. Harusnya acara ini digelar 5 April.

”Karena Solo statusnya masih KLB (kejadian luar biasa) korona. Jadi mau tak mau memang harus diundur. Soal kapan jadwal barunya, jelas kami belum tahu. Karena masih harus menunggu situasi kembali aman dan normal dulu. Ini aja belum tahu kapan status KLB dicabut,” ujarnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia