alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Jejak Pertandingan Persis Menjamu Klub Asing

1936, Klub Austria Wiener SC Tanding di Solo, Persis Dihabisi 10 Gol

07 April 2020, 15: 39: 22 WIB | editor : Perdana

Skuad Wiener Sport Club yang sempat bertanding di Hindia Belanda, 1936 silam.

Skuad Wiener Sport Club yang sempat bertanding di Hindia Belanda, 1936 silam. (DOK. NIKKO AUGLANDY/REPRO SOERABAIJASCH HANDELSBLAD)

Share this      

Tak hanya Grazer SC, ada satu klub asal Austria lainnya yang sempat tanding di Solo. Tim tersebut adalah Wiener Sport Club (WSC). Seperti ini kisah perjalanannya.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

KEDATANGAN WSC di Hindia Belanda tahun 1936 disambut suka cita. Hampir di setiap pertandingan yang dijalaninya, ribuan masyarakat selalu menonton secara langsung. Klub yang berdiri tahun 1883 tersebut tiba di Hindia Belanda pada 25 Juni 1936 dan menginjakkan kakinya kali pertama Tanjung Priok Jakarta. 

WSC membawa 15 pemain terbaiknya, dengan rata-rata berusia 20 tahun-29 tahun. Pemain kunci tim ini, mulai dari kiper Friedrich Franzl hingga mantan pemain Timnas Austria Karl Graf.  Koran De Indische Courant mencatat sebelum menuju Hindia Belanda, tim ini sebelumnya menjalani tur ke Italia hingga Prancis. Hasilnya cukup memuaskan. Seperti menang dari Lazio (3-2), lalu sukses menahan seri Torino (4-4), dan Olympique de Marseille (1-1).

Di Hindia Belanda, beberapa kota mereka sambangi. Mulai dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Semarang hingga Pekalongan. Hampir setiap hari dalam 32 hari di Hindia Belanda, tim ini menjalani pertandingan dari satu lapangan ke lapangan lainnya. 

Awalnya NIVU menjadwalkan laga melawan Wiener dimulai pada 20 Juni di Jakarta. Namun, karena berbagai macam hal akhirnya direvisi menjadi 27 Juni. Besar kemungkinan karena tim ini lebih dulu menjalani tur ke Italia. 

Sementara itu, jadwal awal melawan tim pribumi Solo (Persis) pada 28 Juni dan tim VBS pada 1 Juli juga kena revisi. Dua laga perdana Wiener sendiri dimulai di Jakarta. 

Tim ini langsung unjuk kebolehan dengan meraih kemenangan 7-0 melawan kombinasi pemain dari Buintenzorg (Bogor) dan Sukabumi. Setelah itu, berlanjut dengan kemenangan 2-1 atas tim Chinese Batavia.

Pertandingan Wiener melawan VBS digelar di Sriwedari pada Sabtu malam (4/7/1936). Dalam pertandingan ini, ternyata sama sekali tak terlihat pengunjung dari etnis Tionghoa dan Arab yang hadir. Biasanya setiap laga VBS, kedua etnis ini selalu hadir. Hal itu wajar mengingat tim lokal mereka yang bergabung di bawah naungan VBS, yakni TNH dan Al Ittihad tak puas dengan keputusan yang ada.

Laga ini diboikot oleh kedua etnis di Solo tersebut karena perbedaan pendapat antara TNH dengan VBS. Awalnya diputusakan tanggal 16 Juli Wiener akan melawan tim lokal Solo (Persis) dan 18 Juli melawan tim  Al Ittihad. 

Belakangan jadwal melawan Al Ittihad yang jadi juara kompetisi VBS dibatalkan. Wiener memilih bertanding di Jogja.

Pertandingan VBS melawan Wiener terlihat cukup membosankan. Itu karena wakil Solo tak bisa membongkar rapatnya pertahanan lawan. Sebelum menuju Solo dan menang 6-0, tim ini sehari sebelumnya sukses melumat tim VBD Jogja dengan skor 3-0.

Sayang, Persis menerima kekalahan yang lebih telak kala melawan WSC (16/7/1936). Koran lawas berbahasa Belanda De Telegraaf dan Bataviaasch Nieuwsblad terbitan 17 Juli 1936 mewartawakn bahwa Persis kalah telak 10-0. Bahkan di babak pertama saja Persis sudah tertinggal 4-0. Padahal Persis berstatus juara kompetisi PSSI. 

Dalam pertandingan ini Eduard Gallas jadi pencetak gol terbanyak dengan empat gol. Lalu Leopold Facco mencetak hattrick, sedangkan tiga gol lainnya disumbangkan oleh Rudolf “Gritscherl” Geiter (dua gol) dan Facco dan Anton “Toni” Pillwein satu gol. Pertandingan tersebut dipimpin oleh wasit asal Magelang, yakni Klaiber.

Komposisi Persis Solo dalam laga ini terdiri atas Moerhadi (pg), Marjo, Darmodjo, Kemi, Handiman, Marno, Soetris, Wisman, Harno, dan Darwito, dan Jazid. Jazid tak lain adalah kakak kandung dari Gesang, maestro keroncong yang melahirkan lagu Bengawan Solo.

Dua hari berselang (18/7/1936), WSC bertanding dengan PSIM, yang berakhir 5-0 untuk sang tamu.

WSC sepertinya tercatat sebagai klub Austria kedua yang tanding di Solo. Tim ini datang dua tahun setelah kehadiran Grazer SC, tepatnya di tahun 1936. Pada perayaan ulang tahun silvernya (25 tahun), PSSI mengundang tim asal Austria lainnya yakni Austria Salzburg. Tim ini bertanding melawan tim-tim Indonesia pada 1955. 

Salzburg juga sempat bertanding di Stadion Sriwedari, namun ternyata bukan melawan Persis Solo. Tim ini bertanding di Solo (1/7/1955) melawan PSSI Muda. Pertandingan itu berakhir dengan keunggulan Austria Salzburg 6-2 (2-2). (*/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia