alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Ingatkan Leasing Taat Aturan OJK di Tengah Pandemi Covid-19

07 April 2020, 16: 11: 31 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG – Pemerintah telah mengeluarkan insentif berupa penjadwalan ulang hutang bank di tengah kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta perusahaan-perusahaan leasing untuk menaati kebijakan tersebut.

 "Kami minta perusahaan-perusahaan leasing menaati soal ini. Jangan bikin masyarakat menjadi lebih susah karena semua sudah diatur oleh pemerintah. Kami mohon betul untuk dibantu pelaksanaannya," kata Ganjar di kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (7/4).

Terkait aturan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan sejumlah ketentuan. Termasuk aturan untuk perusahaan leasing. Ganjar berharap perusahaan-perusahaan leasing mematuhi aturan tersebut.

”Leasing ini juga banyak. Masyarakat di bawah sudah nagih semuanya, nah ini OJK sudah membuat ketentuannya. Mudah-mudahan nanti semua bisa mengakses melalui nomor-nomor telepon yang sudah diberikan OJK sehingga konsultasi bisa dilakukan," jelas Ganjar.

Sementara itu, untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah bergerak. Di antaranya menyiapkan jaring-jaring pengaman untuk usaha kecil menengah (UKM) di Jawa Tengah. Pemprov juga menyiapkan kartu prakerja bagi karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Di Jawa Tengah alokasinya (kartu prakerja) cukup banyak dan pendaftarnya masih sedikit. Maka, sebentar lagi dinas tenaga kerja akan merespons itu dengan cepat," jelas Ganjar.

Gubernur juga melihat saat ini banyak perusahaan yang banting setir ke jenis produksi lain, sehingga bisa tetap bertahan dalam kondisi sulit ini. Khususnya perusahaan garmen maupun usaha konveksi yang beralih memproduksi alat pelindung diri (APD) maupun masker. Bahkan beberapa di antaranya sudah menyatakan akan menyumbangkan produknya itu.

"Jadi sebenarnya ini cara-cara yang baik," ungkapnya.

Dengan adanya inovasi dan kreativitas yang dilakukan perusahaan, Ganjar berharap, tidak akan sampai ada PHK karyawan. Menurut dia, perusahaan dan karyawan harus berupaya membangun relasi baik dan membicarakan persoalan saat ini secara internal. Sehingga akan mendapat solusi yang menenangkan, baik bagi perusahaan maupun karyawan.

"Saya mohon usahakan betul-betul tidak ada PHK. Bicarakan secara internal. Apakah mungkin pengurangan jam kerja, apakah mungkin dari sisi pendapatan yang sekarang lagi drop itu bisa dipakai menjadi satu aturan baru. Bagaimana kemudian pola penggajian dan seberapa besarannya sehingga musyawarah ini bisa menjadi penting," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia