alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Operasi Keselamatan Candi 2020, Polisi Buru Pengendara Tak Pakai APD

07 April 2020, 18: 24: 08 WIB | editor : Perdana

Jajaran Polres Karanganyar menggelar Operasi Keselamatan Candi 2020 dengan membagikan masker ke pengguna jalan.

Jajaran Polres Karanganyar menggelar Operasi Keselamatan Candi 2020 dengan membagikan masker ke pengguna jalan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Operasi Simpatik Candi 2020 yang digelar jajaran Polres Karanganyar, Selasa (7/4) sore, berbeda dengan operasi pada biasanya. Jika biasanya mengedepankan keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya, kali ini dikemas dengan kegiatan sosialisasi keselamatan untuk pencegahan Covid-19.

Operasi yang diubah menjadi Operasi Keselamatan Candi 2020 itu digelar di simpang empat Pegadaian Karanganyar. Jajaran kepolisian mengoperasi pengguna jalan yang berpergian tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker. Selain itu, polisi juga membagi masker dan penutup muka ke pengguna jalan.

"Fokus ke pengendara sepeda motor dan penumpang angkutan yang tidak memakai masker ataupun APD lain. Karena kita khawatir kalau mereka tidak menggunakan masker, bisa terpapar wabah. Apalagi anjuran dari pemerintah juga tegas, agar masyarakat kalau keluar rumah diwajibkan memakai masker," jelas Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi

Tak hanya itu, polisi juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terkena dampak wabah Covid-19. Seperti tukang becak dan pemulung yang ada di wilayah kota. 

Sementara itu, Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Dewi Endah Utami mengungkapkan, Operasi Keselamatan Candi 2020 tersebut bakal digelar selama 14 hari mulai Senin-Minggu (6 – 19/4). 

Selain penindakan preventif terhadap pelanggaran, juga sosialisasi terhadap pencegahan penyebaran virus korona di Kabupaten Karanganyar. 

"Kita imbau masyarakat untuk selalu menaati peraturan lalu lintas. Jika tidak ada keperluan mendesak, maka kita minta mereka untuk tetap tinggal di rumah. Kalau harus keluar, kami harap untuk bisa memakai masker dan pelindung diri agar tidak terkena virus korona," tegas Dewi. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia