alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Bertambah 1 Lagi, Kini Ada 2 Pasien Positif Covid-19 Warga Solo

08 April 2020, 09: 08: 13 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SOLO – Kurva kasus Covid-19 di Solo kini justru terus meningkat. Kini ada dua pasien positif Covid-19 asal Solo yang dirawat RSUD Dr Moewardi. 

Satu warga asal Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan begitu, total kasus positif korona di Solo sudah mencapai lima orang. Dua pasien di antaranya sudah meninggal dunia, satu orang sembuh, dan dua pasien dirawat.

Kenaikan jumlah juga terjadi pada status orang dalam pengawasan (OPD) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Surakarta Ahyani menyebutkan, jumlah ODP dari 286 orang menjadi 311 orang. Dengan rincian 3 orang menjalani rawat inap, 195 orang rawat jalan, dan 113 orang selesai pemantauan. 

”Jumlah PDP naik dari 45 orang menjadi 47 orang. Rinciannya dirawat 17 orang, sembuh 23 orang dan meninggal 7 orang,” terang Ahyani, kemarin.

Satu orang tambahan pasien terkonfirmasi korona, lanjut Ahyani, merupakan pasien PDP yang telah lama dirawat di RSUD Moewardi. Pasien tersebut sebelumnya melakukan perjalanan ke Kota Surabaya, Jawa Timur. Sepulangnya dari Surabaya, dia diketahui sakit dan langsung diperiksa ke Moewardi. 

“Pihak rumah sakit langsung menetapkan sebagai PDP. Lebih dari seminggu dirawat, hingga statusnya positif,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih menambahkan, kesadaran masyarakat dianggap masih rendah. Pihaknya selalu terbentur persoalan ketika menangani ODP di lapangan. Karantina mandiri bagi ODP masih sulit dilaksanakan.

“Kalau mereka tinggal di rumah yang, maaf, sempit sehingga memungkinkan semua anggota keluarga berinteraksi berpotensi memperbanyak penyebaran. Kita inginnya mereka dikarantina di tempat karantina, tetapi memilih di rumah,” katanya.

Jika hasil pemantauan menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan, dinkes akan memaksa pasien ODP tersebut ke rumah karantina. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia