alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Geger, Mayat Pria & Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Banyuanyar

09 April 2020, 15: 11: 35 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SOLO – Lingkungan RT 05 RW 12, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari geger Rabu (9/4) malam. Pasalnya di salah satu rumah di wilayah tersebut ditemukan dua sosok mayat laki-laki dan perempuan tanpa busana. Dua korban yang tergeletak di ruang tamu rumah itu diduga tewas karena keracunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, korban laki-laki diketahui bernama Sunarno, 49, warga Perum Griya Cileduk Blok U No.1 RT 03 RW 16, Paninggilan Utara, Cileduk, Kota Tangerang. Sementara korban perempuan bernama Triyani, 36, warga Winong RT 01 Rw 09, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Salah seorang saksi sekaligus petugas linmas Kelurahan Banyuanyar, Sarman, 51, mengatakan, awalnya ada seorang laki-laki yang datang ke kantor kelurahan sekitar pukul 23.00. “Waktu itu saya sama teman saya sedang piket. Ada yang minta tolong dilihatkan salah satu rumah,” ucapnya.

Sarman pun menanyakan keperluan laki-laki tersebut. Berdasarkan pengakuan laki-laki itu, kakaknya tengah berada di dalam rumah tersebut. Tapi saat dipanggil dari luar, tidak menjawab.

"Katanya, kakaknya diminta bantuan oleh seorang pria untuk membersihkan rumahnya.Yang minta bantuan, korban laki-laki yang meninggal itu,” ujar Sarman.

Namun, saat tiba di lokasi, lanjut Sarman, sudah ada dua rekan dari laki-laki yang mendatanginya ke kantor kelurahan. Beberapa kali mengetuk pintu rumah dan tak ada respons, akhirnya salah satu dari mereka langsung mendobrak pintu.

“Ketika dibuka, sudah ada dua korban itu, tergeletak, posisinya terlentang, kemudian dari mulut keluar cairan warna cokelat,” papar Sarman.

Di dekat dua mayat tersebut juga ada gelas yang berisi cairan warna cokelat. Tapi tidak tercium ada bau miras. "Saya mau mendekat juga tidak berani. Saya langsung memanggil ketua RT setempat, kemudian langsung menghubungi polsek,” imbuh Sarman.

Apakah mengenal sosok kedua korban? Sarman mengatakan, selama dia menjadi petugas limnas, baru kali ini melihat dua korban itu. Diperkirakan korban laki-laki merupakan penghuni kontrakan. Sebab, rumah yang menjadi TKP memang dikontrakkan oleh warga sekitar.

“Korban bukan warga setempat. Sepertinya baru-baru saja tinggal di lokasi kejadian. Mereka bukan suami istri. Tetapi kata orang yang mendatangi saya, mereka sudah mengenal lama. Mereka bukan pemudik juga,” ujar Sarman.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan sudah mengumpulkan bukti-bukti dan sedang mengumpulkan para saksi untuk memberikan keterangan.

"Kami menunggu hasil pemeriksaan medis dulu untuk mengetahui korban itu bunuh diri atau keracunan. Minuman kami uji labfor dulu untuk mengetahui jenisnya apa,” ujar Kapolres.

Untuk sementara, jasad kedua korban masih dititipkan di ruang jenazah RSUD Dr Moewardi. "Dugaan awal kami, kemungkinan cairan di mulut korban itu dari cairan di gelas itu. Tetapi kami perlu mengirim sampel itu ke Labfor dulu untuk mengetahui hasil dan keterkaitan cairan itu,” ujar Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Purbo Adjar Waskito. (atn)


(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia