alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Waswas Siswa Kelaparan saat Pandemi Korona, Guru Galang Donasi Sembako

09 April 2020, 22: 40: 39 WIB | editor : Perdana

Penyerahan paket sembako dari pihak sekolah ke perwakilan orang tua siswa, Rabu (8/4).

Penyerahan paket sembako dari pihak sekolah ke perwakilan orang tua siswa, Rabu (8/4). (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga ekonomi. Kondisi ini juga membuat sekolah resah terhadap nasib ekonomi keluarga siswa dari kalangan tidak mampu. Dari keprihatinan ini akhirnya muncul inisiatif guru galang donasi sembako untuk siswa tak mampu.

RYAN AGUSTIONO, Karanganyar, Radar Solo  

MESKI pembelajaran sistem online masih berlaku, guru dan karyawan SMPN 1 Tasikmadu, Karanganyar kemarin tetap masuk sekolah. Memang tidak ada aktivitas formal. Mereka datang ke sekolah untuk membagikan paket sembako bagi keluarga siswa dari kalangan tidak mampu di sekolah itu. 

Kepala SMPN 1 Tasikmadu Surono mengatakan, kebanyakan orang tua siswanya terimbas ekonominya karena pandemi Covid-19. Sebab itu, pihaknya tergerak untuk membantu dengan membagikan paket sembako kepada mereka. Profesi orang tua siswa beragam. Namun kebanyakan bekerja di sektor informal. Seperti penjual cilok, petani, maupun buruh pabrik. Mereka saat ini benar-benar berhenti bekerja akibat wabah ini.

“Bagi kami, siswa sudah kami anggap sebagai anak sendiri. Kami berpikir, jangan-jangan anak tidak mendapat makanan yang cukup. Karena itu, kami mencoba mendata siapa saja yang mau mendonasikan bantuan agar segera mendaftar. Ternyata responsnya luar biasa,” tuturnya.

Dari hasil sumbangan guru, karyawan, dan alumni serta bantuan pihak lain terkumpul 206 paket sembako. Isi sembako tersebut berupa 1 liter minyak goreng, 10 bungkus mi instan, 1 kilogram (kg) telur, 5 kg beras, 1 kg gula pasir, sebotol kecap, dan dua bungkus teh.

Paket sembako ini diantar sesuai alamat orang tua pelajar menggunakan mobil aparat. Untuk mengetahui posisi alamat jelas, pihaknya dibantu anggota bhabinkamtibmas dan babinsa di Kecamatan Tasikmadu.

“Setelah penyerahan simbolis di sekolahan, sembako diantar ke rumah wali murid sekitar yang terdampak Covid-19. Setelah ini, kami akan menyiapkan lagi paket sembako untuk dibagikan ke orang tua siswa lainnya,” papar Surono.

Pihaknya berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan bersama sekolah-sekolah lain agar peduli terhadap para siswanya dari kalangan tidak mampu. Ini juga sesuai anjuran Bupati Karanganyar Juliyatmono yang menginstruksikan kepada warga yang mampu agar bergotong royong membantu warga tak mampu karena pandemi korona.

“Banyak orang tua siswa terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) maupun dirumahkan atau turun penghasilan. Jangan sampai murid-murid kami terkurangi asupan nutrisinya. Kami harus peduli terutama kepada lingkungan sekolah,” ujarnya. (*/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia