alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Solo Darurat APD dan Masker Medis untuk Tenaga Kesehatan

10 April 2020, 06: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Aksi sosial mengingatkan masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menjual masker harga selangit, kemarin (9/4).

Aksi sosial mengingatkan masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menjual masker harga selangit, kemarin (9/4). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Nasib tenaga medis di Kota Surakarta kini seperti di ujung tanduk. Hampir sebulan menangani pandemi Covid-19, mereka kekurangan alat pelindung diri (APD) dan masker medis. Pemkot mendorong adanya bantuan dua senjata tenaga kesehatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, seluruh fasilitas kesehatan saat ini kehabisan APD dan masker medis. Bahkan, kebutuhan kedua piranti tersebut dikatakan sangat mendesak.

“Setiap pasien terkonfirmasi positif korona butuh 25 APD dalam sehari dan masker N95 untuk petugas di ruang isolasi. Kebutuhan masker bedah juga sangat tinggi. Setiap petugas medis di level satu dan dua butuh masker bedah,” katanya, Kamis (9/4).

Perempuan yang akrab disapa Ning itu menambahkan, APD dan masker medis kini sangat langka di pasaran. Keduanya nyaris tidak ada yang menjual. Kalau pun ada, dapat dipastikan harga yang ditawarkan sangat tinggi. “Harganya naik enam kali lipat. Mudah-mudahan ada yang bisa membantu,” ucapnya.

Pemkot kini tengah mengusahakan pengadaan masker medis dan APD untuk tenaga medis. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani menyebut, pemkot terkendala dengan harga yang melangit.  “Kendalanya sekarang di anggaran. Tapi sekarang baru kita pesankan,” ucapnya.

Untuk sementara pemkot mengandalkan bantuan APD dan masker medis dari masyarakat. APD didistribusikan untuk petugas medis rumah sakit, puskemas, dan Posko Covid-19 di Grha Wisata Niaga serta Ndalem Joyokusuman. Setidaknya saat ini terdapat sejumlah lembaga maupun perseorangan yang membantu.

“Balai Latihan Kerja Surakarta membantu sejumlah 500 APD. Mas Gibran (Gibran Rakabuming Raka) 1.200 APD. Kemarin Kadin Surakarta juga menyerahkan bantuan APD dan hand sanitizer senilai Rp 50 juta," papar Ahyani. 

Untuk membantu APD dan masker petugas medis, Pemprov Jateng juga memberdayakan  SMK di Jawa Tengah. Dengan komando dari Dinas Pendidikan dan Musyawarah Kerja Kepala Sekola (MKKS) Jateng, siswa SMK di Jateng digerakkan membuat APD dan masker untuk membantu pemerintah dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19.

Sebanyak 2.500 APD dan 2.150 masker dihasilkan dari karya anak-anak SMK di Jateng. Hasil itu kemudian diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk membantu penanganan Covid-19 di Jateng.

“APD dan masker ini karya anak-anak SMK di Jateng yang mengambil jurusan tata busana. Kami berkoordinasi dan menggerakkan mereka untuk ikut membantu penanganan wabah covid-19 ini,” kata Ketua MKKS SMK Jateng Samiran.

Samiran menerangkan, anggaran yang digunakan untuk pembuatan APD dan masker itu berasal dari dana tanggap bencana di MKKS sebesar Rp 70 juta. Pihaknya akan terus memproduksi ini untuk pemenuhan kebutuhan Jawa Tengah.

Saat ini, pihaknya fokus untuk pemenuhan APD dan masker di Jateng. Apabila sudah tercukupi, maka produk siswa-siswi SMK ini akan dikirimkan ke daerah lain.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi atas kepedulian para pelajar SMK di Jateng. Mereka yang belajar di jurusan tata busana dan sudah bisa menjahit, tergerak untuk membantu memproduksi alat yang memang sangat dibutuhkan saat ini.

“Ini bagus, mereka bisa praktik sekaligus berkontribusi dalam membantu pemerintah. Saya lihat hasilnya juga sudah bagus, tinggal ditingkatkan, baik kualitas dan kuantitasnya,” kata Ganjar. (irw/bun/ria)

 

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia