alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Stasiun Bandara Ditutup Total, Daop VI Batalkan 142 Perjalanan Kereta

10 April 2020, 06: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Semua jadwal pemberangkatan KA Bandara dibatalkan selama wabah Covid-19, sehingga Stasiun Bandara juga ditutup total.

Semua jadwal pemberangkatan KA Bandara dibatalkan selama wabah Covid-19, sehingga Stasiun Bandara juga ditutup total. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Bandara Adi Soemarmo mengumumkan Stasiun Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA Bias) resmi ditutup mulai kemarin (9/4). Ini dikarenakan minimnya jumlah penumpang lantaran perjalanan KA Bias dibatalkan. Pihak otoritas bandara belum bisa memastikan, kapan stasiun bandara itu kembali dibuka.

“Kami menunggu informasi selanjutnya. Sampai penanganan wabah Covid-19 ini selesai. Mengingat saat ini wabah belum menunjukkan tanda-tanda selesai,” kata Pejabat Humas Bandara Adi Soeamarmo Danar Dewi, kemarin.

Sebelumnya, Danar menyampaikan, penurunan penumpang kedatangan terjadi cukup signifikan, mencapai 80 persen. Penurunan ini sudah dirasakan sejak status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 yang ditetapkan Pemkot Surakarta sebulan lalu. Penumpang kedatangan berangsur-angsur merosot mulai dari 60 persen hingga saat ini mencapai 80 persen.

“Ditambah karena ada pembatalan 46 perjalanan KA Bias. Sejak awal April lalu,” sambungnya.

Penutupan Stasiun KA Bias dibenarkan Manajer Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budiyanto. Dia menambahkan, PT KAI Daop VI Jogjakarta juga kembali melakukan pembatalan beberapa perjalanan KA yang melintas di daerah operasinya, baik PSO (public service obligation) maupun non-PSO.

Yakni, KA Argo Dwipangga, KA Bima, KA Gajayana, KA Matarmaja, KA Senja Utama, KA Bengawan, dan KA Brantas. Terus berkuranganya jumlah penumpang serta upaya PT KAI mendukung pemerintah dalam menekan wabah covid-19 menjadi alasan pembatalan ini.

“Dengan pembatalan itu, maka kereta yang masih diberangkatkan atau melintas di Daop VI adalah kereta api Batara Kresna, Joglosemarkerto, Pramek, Kahuripan, Sritanjung, Ranggajati, Sancaka, dan Wijaya Kusuma,” kata Eko.

Belum lama ini, Daop VI telah lebih dulu membatalkan 126 perjalanan KA yang melintas maupun berangkat dari stasiun Daop VI. Total saat ini Daop VI telah membatalkan 142 perjalanan KA. “Sebelum wabah, penumpang di Daop VI sekitar 300 ribu per hari. Namun setelah wabah ini, sejak Maret tingkat okupansi di bawah 20 persen,” tandas Eko. (aya/bun/ria) 

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia