alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Misa Paskah Dirayakan di Rumah Masing-Masing, Polisi Tetap Jaga Gereja

10 April 2020, 05: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Keluarga di Kartasura beribadah Minggu Palma di rumah melalui video streaming, beberapa waktu lalu.

Keluarga di Kartasura beribadah Minggu Palma di rumah melalui video streaming, beberapa waktu lalu.

Share this      

SOLO – Umat Nasrani bakal merayakan Tri Hari Suci, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung hingga Paskah dari rumah mereka masing-masing. Seluruh ibadah tidak akan dilakukan di gereja, melainkan lewat live streaming dari rumah. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penjagaan di gereja-gereja.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan, sejak Kamis (9/4) sore hingga perayaan berlangsung, pihaknya tetap menempatkan personel di gereja. “Fungsinya tentu untuk tetap melakukan penjagaan di gereja, mengantisipasi ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Andy.

Selain itu, personel juga akan memberikan imbauan kepada masyarakat. Terutama bagi jemaat yang belum tahu jika ibadah Paskah kali ini dilaksanakan di rumah-rumah.

”Kita akan minta untuk pulang ke rumah mereka masing-masing,” imbuh Andy.

Berapa personel yang disiagakan, mengingat tak akan ada jemaat yang datang ke gereja? Andy kurang mengetahaui jumlahnya secara persis. Namun, kata dia, jumlahnya tentu tidak sebanyak dibandingkan penjagaan perayaan yang sama di tahun-tahun sebelumnya. 

“Nanti dilakukan oleh tiap-tiap polsek, dengan BKO dari jajaran satuan. Anggota Sabhara juga kita minta untuk patroli guna mencegah ada kerumunan,” ujar kapolresta.

Di samping itu, pihak polresta juga sudah melaksanakan koodinasi dengan masing-masing pemuka agama dan penanggung jawab gereja. Ini guna memastikan seluruh gereja di Solo tidak ada yang merayakan Paskah dengan cara mengumpulkan umat di gereja,” tutur Andy.

Romo Kevikepan Surakarta, Rm Robertus Budiharyana Pr mengatakan, sesuai imbauan Keuskupan Agung Semarang (KAS), perayaan Paskah dilakukan secara online seperti misa-misa mingguan selama 3 pekan terakhir. Ini dilakukan sebagai bentuk dan sikap gereja dalam menyikapi wabah Covid-19.

“Sesuai imbauan Bapa Uskup, umat diminta merayakan Paskah dari rumah masing-masing. Kondisi masyarakat dunia sedang dilanda wabah korona. Maka, sebaiknya imbauan ini dimaknai dengan baik, dijalankan dengan kepatuhan dan ketaatan pada gereja,”  jelas Romo Budi.

Masyarakat bisa memilih saluran mana saja yang menyiarkan peribadatan Tri Hari Suci, baik melalui live streaming di media sosial (online), radio, maupun televisi nasional. Tak ada batasan umat hanya boleh mengikuti siaran misa yang disiarkan dari wilayah masing-masing, mengingat semua perayaan ekaristi sama antara satu gereja dengan lainnya.

“Bebas, boleh pilih saluran mana saja. Boleh ikuti misa dari Keuskupan Agung Semarang, boleh juga ikut misa dari Keuskupan Agung Jakarta, dan lainnya. Kalaupun paroki masing-masing juga menyiarkan, juga boleh. Untuk Kota Solo setahu saya ada tiga paroki yang menyiarkan, seperti Purbayan, Purwosari, dan Mojosongo,” kata dia. 

Ia berharap Paskah kali ini bisa meningkatkan keimanan umat dan menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas sesama umat maupun dengan umat beragama lainnya. Serta meningkatkan rasa solidaritas sosial antarsesama anak bangsa. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia