alexametrics
Sabtu, 30 May 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Wabah Covid-19, Gibran & Purnomo Sejenak Lupakan Pilkada Solo

10 April 2020, 10: 06: 09 WIB | editor : Perdana

Gibran Rakabuming Raka menyerahkan bantuan APD di balai kota, kemarin.

Gibran Rakabuming Raka menyerahkan bantuan APD di balai kota, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Suhu politik di Kota Bengawan jelang pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Kota Surakarta menjadi dingin setelah merebaknya wabah Covid-19. Dua bakal calon wali kota PDIP Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo pun ingin sejenak meninggalkan kontestasi lima tahunan tersebut.

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah tiga pekan ini fokus membantu masyarakat dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan masker. Selain itu, pengusaha martabak ini juga menyumbang alat pelindung diri (APD) ke sejumlah rumah sakit di Solo.

“Pokoknya kami stop dulu itu (pilkada). Kami nggak ngomongin rekomendasi. Rekomendasi itu nggak penting,” katanya di sela-sela menyerahkan bantuan 1.200 APD ke Pemkot Surakarta di balai kota, kemarin (9/4).

Gibran ingin fokus melakukan pendataan kebutuhan APD dan perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat serta tenaga medis selama pandemi korona. 

Serupa disampaikan Achmad Purnomo. Wakil wali kota itu bahkan mengusulkan agar pilwalkot diundur hingga 2024. “Kalaupun keadaan korona ini katakanlah sudah berakhir, tapi efeknya kan masih banyak sekali. Mulai dari PHK, tidak ada pekerjaan, banyak sekali efeknya, sehinga saya usul, lebih baik ditunda aja sampai 2024,” ungkapnya.

Jika permintaanya tersebut disetujui, maka selama masa jabatan wali kota definitif habis dapat diisi oleh pelaksana tugas (plt) wali kota. Purnomo menghitung jika pilwalkot digelar 2021 maka pelantikan paling cepat 2022. “Kan (masa jabatan) cuma dua tahun aja nggak ada. Mungkin calon juga mikir opo yo arep (apa ya mau) daftar neh, dan itu secara nasional nggak efektif,” ujar dia.

Purnomo mengakui pandemi korona membuat suhu politik di Kota Bengawan turun drastis. (irw/wa/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia