alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Pulang ke Riau, Nanang Asripin Pilih Badminton untuk Usir Boring

10 April 2020, 14: 43: 37 WIB | editor : Perdana

Penggawa Persis Solo Nanang Asripin saat ini pulang ke Riau selama kegiatan latihan diliburkan.

Penggawa Persis Solo Nanang Asripin saat ini pulang ke Riau selama kegiatan latihan diliburkan.

Share this      

SOLO– Dalam situasi social distancing mewaspadai penyebaran Covid-19 ini, masyarakat hanya bisa berkegiatan yang serba terbatas. Semua diminta untuk berupaya tetap di rumah saja demi memotong rantai penyebaran virus korona.

Beberapa pemain Persis Solo melakukannya, apalagi semua kegiatan latihan telah dihentikan. Tapi biar tidak boring alias bosan, mereka meluangkan waktu dengan berbagai kegiatan. Ini dilakukan agar kesan bosan bisa hilang, mengingat situsi seperti ini kemungkinan masih berjalan cukup panjang hingga wabah Covid-19 benar-benar hilang.

Penggawa Persis Solo Nanang Asripin memutuskan pulang ke kampung halamannya di Riau. Di sana, pria yang sempat berseragam PS Bangka hingga Cilegon United tersebut mengisi waktu dengan beberapa kegiatan.

“Kalau pagi saya bantu-bantu bapak bongkar rumah, soalnya mau dibangun rumah yang bagian depan. Kalau sore saya biasanya latihan. Bisa main badminton, hingga skipingan,” terang Nanang Asripin kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Winger andalan Laskar Sambernyawa tersebut mengakui, saat ini dia tak menjalani latihan rutin di lapangan ataupun bermain bola dengan rekan-rekannya. “Latihan bola di sini (Riau) sudah tidak boleh soalnya,” terangnya.

Pemain yang sempat membawa Persis jadi runner-up Piala Polda Jateng musim 2015 tersebut mengakui bahwa kecintaannya pada badminton sudah cukup lama. Bahkan, dia sempat jadi juara di lingkungannya.

”Saya sempat jadi juara. Lupa tahun berapa, sebelum jadi pemain profesional. Pas event 17-an. Ini latihan badminton lagi, di GOR dekat rumah,” ujarnya.   

Sementara itu, informasi dari Pemprov Riau, sebanyak tujuh pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di Riau. Terhitung dari 3 Maret hingga 7 April, di Riau tercatat ada 186 pasien berstatus PDP. Kemudian, ada 27.090 masyarakat di Riau berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

“Di sini belum sampai zona merah. Alhamdulillah di kampung saya masih aman. Mudah-mudahan enggak nyampe sini (penyebaran virus korona),” ujarnya.  (nik/ria)

 

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia