alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Jejak Pertandingan Persis Menjamu Klub Luar

Johor Bahru Sempat Tanding di Solo, 2 Kali Babak Belur di Sriwedari

10 April 2020, 15: 01: 46 WIB | editor : Perdana

Skuad Persis Solo pada 2004. Di tahun ini Persis Solo menjadi juara Divisi II Nasional.

Skuad Persis Solo pada 2004. Di tahun ini Persis Solo menjadi juara Divisi II Nasional. (YANIS BUDI FOR RADAR SOLO)

Share this      

Pada 2014, Persis Solo ditantang dua klub Liga Malaysia, yakni UiTM dan Lions XII untuk beruji coba. Ternyata ini bukan kali pertama. Ada klub Malaysia lainnya yang sempat lebih dulu datang. Ini kisahnya. 

NIKKO AUGLANDY,Solo, Radar Solo

KLUB asal Malaysia, Johor Bahru bertanding dua kali di Kota Solo, 1994 silam. Apa yang dijalani Johor, 26 tahun lalu itu ternyata hasil hadiah dari federasi sepak bola Malaysia (FAM), setelah kesebelasan ini berhasil menggondol Piala Sultan.

Saat bertemu Persis, kesebelasan Johor Bahru gagal memenuhi keinginannya untuk bisa mengandaskan tuan rumah. Mereka mengalami kekalahan 2-3 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Sriwedari, 5 September 1994 tersebut.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Sukirso. Di awal laga, kedua tim bermain cukup hati-hati. Persis berharap besar laga ini bisa mereka menangkan. Yanis Budi dkk tak henti-hentinya mencecer gawang lawan yang dijaga oleh Rozali Dom.

Pada menit ke-30, serangan gencar Persis membuahkan hasil. Supangat yang membawa bola di sisi sayap kanan memberikan umpan lambung yang disambut dengan tendangan keras Mulyono. Bola menghantam tiang gawang sebelah kiri, sebelum mental ke dalam jala. Pemain dari tanah Malaya ternyata pantang menyerah. Pada menit terakhir babak pertama, gawang Persis bergetar juga.

Ratmoko sebenarnya sudah bisa menepis tendangan keras GM Zein. Tapi bola ternyata mental ke kaki Moh Hata yang kemudian diberikan ke rekannya Ali Ishak. Dengan kaki kiri, Ishak sukses membuat Johor menyamakan kedudukan jadi 1-1.

Di babak kedua, Persis lebih banyak menekan. Menit ke-48, Persis kembali memimpin lewat gol Irwan hasil dari umpan Sukisno. Di menit ke-66, Johor malah bisa menyamakan kedudukan, lewat sundulan Gani, hasil umpan manis Ali.

Beruntung, anak-anak Laskar Sambernyawa bisa bernafas lega. Di menit ke-84, Mudjahit berhasil mengubah kedudukan jadi 3-2, hasil dari umpan manis Yanis. Ini jadi gol terakhir di laga ini.

“Pada pertandingan ini, Johor bermain cukup baik. Kami beruntung bisa menundukkan mereka di pertandingan yang cukup ketat ini. Dari sisi permainan, kami bisa menguasai permainan dan beberapa kali sukses menekan lini pertahanan mereka,” ucap Yanis Budi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ini ternyata jadi mimpi buruk kedua Johor. Hal ini lantaran pada 2 September 1994, Johor ditumbangkan Arseto di Stadion Sriwedari. Rochy Putiray dkk berhasil menang 4-1. Rochy sukses menyumbang dua gol, sedangkan gol sisa dicetak oleh Sudirman dan penalti Agung Setyobudi. (*/nik/ria) 

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia