alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Serunya Modifikasi Sepeda Minion

12 April 2020, 10: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Serunya Modifikasi Sepeda Minion

Bersepada sudah menjadi gaya hidup yang digemari segala usia. Ada satu jenis sepeda yang unik, yakni minion. Sepeda khusus anak-anak ini dimodifikasi untuk orang dewasa. Seperti apa?

SEPEDA minion merupakan hasil modifikasi dari sepeda anak-anak. Lalu ditambah berbagai macam aksesoris. Pemakainya justru dari kalangan dewasa. Seperti Canden Minion Community (CMC). Anggotanya punya banyak koleksi sepeda minion yang menarik.

Basecamp CMC berada di Desa Canden, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Mereka banyak memburu sepeda jadul yang biasa dipakai anak-anak maupun ibu-ibu yang biasa pergi ke pasar. Di tangan anak muda CMC, sepeda jadul itu jadi penuh warna dan kreasi.

Keuntungan memodifikasi suatu barang, kamu bisa memilih warna sesuai. Begitu juga dengan aksesoris atau sparepart yang dipasang. Kita bisa pasang part apapun sesuai kebutuhan kita.

Misalnya, kamu mau pasang boneka di ranjang depan, bisa saja. Atau pasang gear sprocket. Begitu juga pada sistem pengeremannya, bisa mengganti dengan rem cakram atau disc brake. Pokoknya semua partnya sesuai selera deh. Kalau kalian tertarik untuk merestorasi lagi sepeda jadul ini caranya cukup mudah kok.

Pertama, siapkan dulu sepedanya. Karena sepeda ini asalnya sepeda jadul yang dipakai era 80an. Yang biasa digunakan adalah sepeda mini keluaran Jepang dan Tiongkok. Karena sudah ga ada edisi barunya, jadi harus cari dalam kondisi bekas. Itupun tak semua pedagang sepeda punya sepeda mini ukuran 20 inci ini. kebanyakan sepeda ini dibeli dari tukang rosok atau berburu ke rumah-rumah warga.

Tak sedikit anggota komunitas ini yang menemukan sepeda tua dalam kondisi yang sudah menyedihkan, tidak layak pakai mangkrak di gudang. Namun karena modifikasi sepeda mini ini sudah ngetren, ada juga yang jual melalui grup media sosial. Harganya masih terjangkau, antara Rp 150 - Rp 350 ribu. Jauh banget dengan sepeda brompton yang viral beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, lepaskan seluruh bagian sepeda. Mulai dari keranjang, jog, boncengan, roda, rantai. Pokoknya semunya. Hingga tinggal rangka utamanya saja atau dalangan dan fork.

Setelah itu, bersihkan seluruh kerak yang ada. Jika perlu dibakar untuk menghilangkan seluruh cat yang menempel pada kerangka sepeda. Setelah seluruh rangka bersih, barulah dilakukan pengecetan.

Pengecetan ini bisa menggunakan compresor atau langsung menggunakan cat pilok. Warnanya pun bisa sesuai keinginan. Hasilnya sepeda jadi kelihatan baru.

Tahap selanjutnya tinggal memasang kembali bagian sepedanya dengan sparepart lainnya. Anggota CMC biasanya membeli sparepart dalam kondisi bekas di tukang rosok atau loak alias bekasan. Alasanya cuma satu, dapat harga murah. hehehe.

Asal cermat dalam memilah dan memilih, pasti dapat yang kondisi masih berfungsi bagus. Setelah sparepart terkumpul semuanya, tinggal dipasang satu persatu.

Nah, saat memasang inilah yang harus hati-hati. Sebab tak hanya hati saja yang bisa terluka, cat warna-warni sepeda juga bisa luka lho. Itu bisa merusak tampilan sepeda yang sudah cantik ini.

Ga butuh waktu lama untuk merangkai sepedanya kembali. Kalau tadi harga sepedanya hanya Rp 150-350 ribu. Setelah dimodif, harganya langsung melejit. Satu sepeda minion bisa dijual Rp 5 juta. Tergantung sparepart yang digunakan dan kesolekan warna sepeda.

Agus Rahmad, pehobi minion sengaja tak membeli sepeda baru dari toko. Dia memilih repot memodifikasi sepeda jadul ini dari pada membeli sepeda baru yang memiliki spesifikasi yang sama.

”Di sinilah seninya. Ini merupakan sebuah hobi yang susah ditinggalkan,” ujarnya.

Baginya, memodifikasi sepeda mini ini bukan perkara yang mudah. Untuk mendapatkan bahan sepeda mininya saja butuh perjuangan. Dia hunting ke rumah-rumah untuk menemukan sepeda mini untuk dimodifikasi. Begitu juga dengan sparepart-nya. Seluruh pengepul rosok yang ada di wilayah Sambi, Simo, Andong, dia datangi untuk memburu sparepart yang diinginkan.

”Emang harus capek-capek cari ke tukang rosok. Agar dapat barang bagus dan harga murah,” jelasnya.

Dia mengaku CMC yang baru terbentuk ini sudah punya 20 anggota sepeda. Rencananya tiap pekan sekali bakal gowes bersama. (wid/adi)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia