alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Belajar dari Pembekuan PSSI, Ghoni Lebih Siap Hadapi Libur Kompetisi

15 April 2020, 22: 48: 02 WIB | editor : Perdana

Ghoni Yanuar Gitoyo berjualan pakan burung selama kompetisi libur.

Ghoni Yanuar Gitoyo berjualan pakan burung selama kompetisi libur. (DOK PRIBADI)

Share this      

SOLO - Mantan penjaga gawang Persis Solo Ghoni Yanuar Gitoyo tidak terlalu merasa shock menghadapi lesunya ekonomi di tengah wabahnya Covid-19. Dia sudah menyiapkan usaha sampingan di luar sepak bola. Yakni usaha jualan pakan burung.

Bahkan, usahanya tersebut dia rintis sejak 2015 silam. Saat itu, kompetisi libur karena PSSI dibekukan FIFA. Dia akhirnya memilih membuka kios pakan burung sebagai sumber pemasukan.

”Usaha ini sudah dirintis sejak tahun 2015. Atau tepatnya saat sepak bola Indonesia dibekukan oleh FIFA,” jelas Yanuar, kemarin (14/4).

Usaha tersebut dia rintis di Ungaran sembari bisa berkumpul bersama keluarganya. Kios aneka pakan ternak, terutama unggas itu dibuka di depan rumahnya yang terletak di Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Sama seperti saat krisis akibat wabah Covid-19 ini, kala kPSSI dibekukan FIFA dan kompetisi libur dulu, dia berpikir keras agar pemasukan tidak hanya bergantung pada sepak bola. Ghoni mengaku bersyukur sudah mempersiapkan usahanya sejak jauh-jauh hari. Ini juga sebagai bekal jika dia pensiun dari sepak bola suatu saat nanti.

”Kebetulan di daerah tempat tinggal saya banyak yang memelihara unggas, termasuk burung dan ayam. Jadi ini yang saya lihat sebagai peluang untuk tetap bertahan di tengah kompetisi libur,” terang kiper Persis di Piala Kemerdekaan 2015 ini.

"Alhamdulillah dalam kondisi ini, masih ada penghasilan tambahan, meski tidak sebesar dari hasil di sepak bola. Tapi lumayan bisa buat jajan anak-anak,” ujarnya.

Namun demikian, dia juga berharap kejelasan gajinya dan rekan-rekannya setim di Cilegon United. Ghoni mengaku pihak manajemen klubnya telah memberikan hak pemain secara penuh untuk Maret. Tapi, dia selalu berharap situasi kembali normal dan aktivitas kompetisi dapat dilanjutkan sebagai bagian dari profesinya.

”Pembayaran gaji pemain di Cilegon United dilakukan setiap akhir bulan. Untuk bulan Maret sudah dibayarkan secara penuh dan kami sangat berterima kasih. Untuk kelanjutannya, kami masih menunggu,” pungas Ghoni. (adi/ria)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia