alexametrics
Sabtu, 24 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Calon Peserta Kesulitan Unggah Foto di Prakerja

19 April 2020, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

RISIKO TINGGI: Pekerja sedang mengelas besi pahan baliho berukuran raksasa. Tidak sedikit pekerja di berbagai sektor yang terdampak korona.

RISIKO TINGGI: Pekerja sedang mengelas besi pahan baliho berukuran raksasa. Tidak sedikit pekerja di berbagai sektor yang terdampak korona. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Meski urusan tenaga kerja yang dirumahkan maupun yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapat solusi lewat program kartu prakerja, namun masih ada beberapa kendala teknis yang dialami warta.

Di antaranya sulit mengunggah foto KTP maupun swafoto secara online. "Pendaftaran kartu prakerja gelombang pertama sesuai aturan pusat dimulai 11 April sampai akhir pekan ini. Karena segera ditutup, saya coba daftar melalui ponsel. Tapi berulangkali mengunggah foto KTP maupun swafoto di website www.prakerja.go.id selalu gagal," ujar, salah seorang calon pendaftar, Bagus Yudistira, 34, Sabtu (18/4).

Dia mengaku telah berkonsultasi dengan petugas Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Surakarta perihal tersebut. Sayang belum ada solusi pasti. "Disnakerperin hanya minta saya terus mencoba masuk ke www.prakerja.go.id. Kemungkinan ini terjadi akibat banyak yang mendaftar secara bersamaan," kata Bagus.

Kendala serupa dialami Mulyani, 29. Dia berharap ada solusi dari pemerintah dengan mengoptimalkan jaringan internet bagi warga yang ingin mendaftar kartu prakerja. 

"Jaringan internetnya harus diperbagus lagi supaya tidak gagal terus mengunggah foto KTP dan swafoto,” jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 2.448 pekerja di Kota Solo terpaksa mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan sepanjang Maret 2020. 

"Mayoritas karyawan yang terkena dampak (Covid-19) adalah di sektor jasa perhotelan dan retail. Kedua sektor ini selama ini tergantung pada kunjungan tamu luar kota," terang Mediator Hubungan Industrial Disnakerperin) Kota Surakarta Gurun Sarwono. 

Ribuan pekerja tersebut tidak semuanya merupakan warga Ber-KTP Solo. Mngingat pendataan fokus pada daftar perusahaan atau lokasi kerja yang berada di Kota Bengawan. Jenis PHK-nya pun bermacam-macam. Ada yang kebetulan pas kontraknya habis tidak diperpanjang lagi. Ada karyawan dipensiun dini, dan lainnya,” ujarnya.

Kepala Disnakerperin Kota Surakarta Ariani menuturkan, bagi pekerja yang di-PHK diarahkan mendaftar program kartu prakerja, sedangkan yang dirumahkan akan diajukan mendapatkan bantuan sembako dari pemkot. (ves/wa

(rs/ves/per/JPR)

 TOP