alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola
PSSI HUT KE-90

Soeratin Layak Jadi Pahlawan Nasional

20 April 2020, 14: 55: 04 WIB | editor : Perdana

BCB: Patung Soeratin yang berada di Balai Persis. Persis Solo jadi salah satu pendiri PSSI yang masih eksis hingga hari ini.

BCB: Patung Soeratin yang berada di Balai Persis. Persis Solo jadi salah satu pendiri PSSI yang masih eksis hingga hari ini. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – PSSI genap berusia 90 tahun. PSSI resmi didirikan di Jogja, 19 April 1930 silam. Pengurus PSSI saat ini, ternyata tengah memperjuangkan status pendiri PSSI, Soeratin Sosrosoegondo untuk bisa diangkat sebagai pahlawan nasional.

“Kalau menurutku secara pribadi, Soeratin telah mengharumkan nama bangsa lewat sepak bola di zamannya. Dan namanya juga tetap abadi, dan kini diabadikan juga untuk kompetisi Piala Soeratin,” terang Sukisno, legenda Persis Solo dan Arseto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin. 

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengakui peran penting ketua umum PSSI pertama, Soeratin Sosrosoegondo bagi persepakbolaan Indonesia.

“Kami akan terus berjuang, agar almarhum Bapak Soeratin bisa memperoleh anugerah sebagai pahlawan nasional, atas seluruh jasanya membuat sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa di era pergerakan menuju kemerdekaan,” kata pria yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ itu.

Iriawan memaparkan, peringatan HUT ke-90 PSSI dilakukan dalam suasana penuh keprihatinan. Pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor merasakan pukulan besar, tak terkecuali dunia sepak bola.

“Kompetisi liga kita hentikan sejak pertengahan Maret. Pemusatan latihan tim nasional pun kita tunda dulu, demi upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona,” ungkapnya.

Iriawan memaparkan, setelah Pandemi Corona berlalu nanti, masih banyak tantangan besar akan kita songsong.

“Kita mendapat amanah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Sebuah kesempatan sekaligus kehormatan, momen yang belum pernah terjadi, dan belum tentu terulang lagi. Indonesia akan menjadi penyelenggara ajang olahraga level dunia, menjadi sorotan dunia internasional,” katanya.

Sementara itu Persis Solo sendiri jadi salah satu pendiri PSSI. Peran Persis untuk perjuangan sepakbola tentu tak bisa diragukan lagi. Termasuk label Persis sebagai klub yang sempat menjadi juara tujuh kali di kompetisi bentukan PSSI, sebelum Indonesia merdeka.

Di Balai Persis masih berdiri kukuh Patung Soeratin, yang sudah diresmikan PSSI sejak tahun 1960. Patung ini jadi memoribilia perayaan HUT PSSI ke-30, 60 tahun lalu. Dan Pemkot Surakarta juga sudah mencatatnya sebagai benda cagar budaya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia