alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Jateng Sebar 83 Chek Point untuk Kawal Larangan Mudik

24 April 2020, 01: 35: 39 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan 83 check point untuk mengantisipasi arus pemudik dari berbagai daerah. Beberapa sanksi juga sudah disiapkan seandainya ada warga yang tetap nekat mudik. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan turunan aturan pelarangan mudik salah satunya adalah dengan mendirikan check point. Di Jawa Tengah terdapat 83 check point yang tersebar di beberapa titik. 

"Kita siapkan untuk meyambut pemberlakuan pelarangan mudik, kita siapkan titik-titik untuk ceking," kata Ganjar usai rapat dengan Menteri Perhubungan Luhut Panjaitan, Kamis (23/4).

Sebanyak 83 check point tersebut terbagi dua tingkatan. Tingkatan pertama untuk melakukan pengawasan pemudik antarkabupaten dan tujuh check point untuk pengawasan antarprovinsi. Untuk check point antarprovinsi berada di di terminal Tegal, gerbang tol Pejagan, terminal barang di Losari Brebes, Terminal Wanareja, dan gerbang tol Pungkruk. Ditamba rest area Klonengan Slawi Tegal dan terminal Dusun Salam. 

"Kalau Surabaya Raya (diberlakukan) PSBB (pembatasan sosial berskala besar), kita tambah tiga check point, di Sarang, Cepu, dan Toyogo Sragen," kata Ganjar. 

Semua check point tersebut bakal diaktifkan mulai Jumat (24/4) sampai 24 Mei 2020. Karena adanya jalinan antardaerah dengan keberadaan check point tersebut, Ganjar telah minta izin kepada menteri perhubungan untuk melakukan improvement. 

"Kita minta dinamis buka tutup jalurnya, terus kemudian umpama ada hukuman disuruh balik, kalau tidak balik, dikarantina," katanya. 

Selain itu, Ganjar mengatakan improve yang dia lakukan juga mengenai persoalan merawat warga Jateng yang berada di luar daerah. Yaitu tentang bagaimana kelangsungan hidupnya sampai masalah konsumsi sehari-hari mereka.

"Saya sampaikan bagaimana warga Jateng di luar Jateng, termasuk DKI Jakarta? Kalau memang itu nanti tidak bisa dijamin, kami dikasih tahu. Akan kami buat posko di Jakarta untuk dapur umum agar mereka bisa dibantu dan itu disetujui," katanya. 

Menteri Perhubungan Luhut Panjaitan pun langsung mempersilakan jika seandainya Ganjar bakal melakukan improvement. 

"Pak Ganjar, silakan penyesuaian di daerah PSBB kan Permenhub dibuat untuk akomodasi, kalau ada penyesuaian pimpinan daeah, agar tidak terlalu ketat. Saya minta dirjen perhubungan darat berkomunikasi dengan Jateng ya. Kita kan mau selamatkan nyawa manusia," katanya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia