alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Tanpa Surat Jalan, Mobil Pribadi dari Barat Tak Bisa Masuk Jateng

24 April 2020, 01: 50: 36 WIB | editor : Perdana

Mobil pribadi yang mudik ke Solo dan sekitarnya melalui tol pada Lebaran tahun lalu. Tahun ini Presiden Jokowi telah mengeluarkan larangan mudik.

Mobil pribadi yang mudik ke Solo dan sekitarnya melalui tol pada Lebaran tahun lalu. Tahun ini Presiden Jokowi telah mengeluarkan larangan mudik. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SEMARANG – Tanpa adanya surat jalan, tak ada lagi toleransi bagi para pengendara luar kota yang nekat menerobos masuk Jateng sejak pemberlakukan larangan mudik, hari ini (24/4). Semua kendaraan dari arah barat yang tak bisa menunjukkan surat jalan saat masuk Jateng, akan diminta untuk putar arah alias balik lagi.

Aturan tersebut berlaku hingga 7 Mei. Selanjutnya mulai 8 Mei, polisi akan memberlakukan tilang. Surat jalan dikeluarkan oleh gugus tugas daerah domisili pemudik di perantauan. 

"Yang boleh lewat hanya kendaraan logistik, kendaraan yang bertujuan khusus dari pemerintahan atau kendaraan pribadi yang dilengkapi surat jalan untuk meneruskan perjalanan tertentu. Artinya, mereka yang diloloskan kalau sudah mempunyai surat keterangan dari gugus tugas asal, baru bisa lewat. Selain itu semua, kendaraan dari yang dikecualikan itu diputarbalikkan untuk menuju asal perjalanan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden Joko Widodo yang melarang mudik. Jateng akan memberlakukan check poinyang bertujuan melakukan penyekatan. Lokasi check poinitu ada di Terminal Truk Losari Brebes, gerbang tol Pejagan, Terminal Bus Kota Tegal, Lapangan Wanareja, dan gerbang tol Pungkruk.  Hal itu dilakukan secara nasional. Sedangkan pemerintah provinsi akan menambah di rest area Klonengan Brebes dan Terminal Dukuhsalam Slawi Kabupaten Tegal. 

Diakui Satriyo, titik pengecekan memang baru dibuat untuk pemudik dari arah barat. Sebab, saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baru diberlakukan di Jabodetabek dan Bandung Raya. Tapi jika nanti Surabaya Raya, meliputi Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo ada keputusan PSBB, maka check point akan ditambah.

"Penambahan check point yakni Sarang, Cepu dan Solo. Jadi, kendaraan dari arah timur masuk Jateng akan dikembalikan lagi," ucapnya. 

Saat ini sudah 665 ribu orang pemudik sudah ada di desa masing-masing. Dia memprediksi, hari ini akan terjadi lonjakan pemudik yang pulang kampung. Bahkan, sejak Rabu (23/4) malam sudah ada puluhan unit bus yang membawa pemudik.

"Pak Gubenur perintah coba sampling salah satu itu menggunakan rapid test. Dari sampling itu, akan dilihat berapa positif. Itu sedang akan kita lakukan. Kami koordinasi dengan gugus tugas provinsi. Karena alat (tes) Covid-19 adanya di gugus tugas provinsi. Dan kami akan menentukan samplingnya di mana," pungkas Satriyo. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia