alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Soal Potong Gaji Pemain Persis, Wali Kota: Harusnya Semua Duduk Bareng

30 April 2020, 07: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Bruno Casimir (empat kiri dari belakang) bersama pemain Persis, saat mendengarkan instruksi coach Salahudin, beberapa waktu lalu.

Bruno Casimir (empat kiri dari belakang) bersama pemain Persis, saat mendengarkan instruksi coach Salahudin, beberapa waktu lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemotongan gaji pemain yang diberlakukan klub Persis Solo diikuti beberapa klub Liga 1 maupun Liga 2. Ini sesuai dengan keputusan PSSI. PSSI mempersilakan klub membayar gaji pemain dari Maret hingga Juni maksimal 25 persen. Kondisi tersebut mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang membuat kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan sementara.

“Kalau prosedurnya harus seperti ini (potong gaji pemain), harusnya ada kesepakatan bersama. Manajemen dan pemain duduk bersama. Jadi jangan langsung memutuskan sepihak,” ungkap Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo.

Saat ini, Persis tengah dikritik banyak pihak. Khususnya para pemain lantaran belum cairnya gaji. Elemen di klub ini mengaku kali terakhir gajian pada Maret lalu. 

“Situasi seperti ini memang serba sulit. Tapi pendiri klub harusnya bertanggung jawab. Namanya mengurus klub sepak bola, nggak ada bicara untung rugi. Pasti rugi. Mestinya manajemen memahami betul hal ini, dan cari solusinya” papar Rudy.

Sebelumnya, Kapten Persis Solo Bruno Casimir harus menanggalkan jersey-nya. Manajemen memutus kontrak pemain naturalisasi kelahiran Kamerun tersebut.

"Inti alasannya sudah tidak ada kecocokan lagi. Manajemen harus bekerja sama dengan pemain yang memang ada kecocokan. Ini yang mutusin Pak CEO (Azmy Alqomar)," terang Manajer Persis Hari Purnomo.

Hari membantah pemutusan kontrak ada kaitannya dengan Bruno Casimir yang bersuara lantang tentang keterlambatan gaji penggawa Persis. "Bukan karena soal itu. Soal gaji, Pak CEO sudah berjanji dalam waktu dekat segera dibayarkan," ujar Hari.

Sementara itu, Bruno Casimir mengungkapkan, aspirasinya hanya sebagai penghubung keresahan para pemain. "Saya hanya jadi jembatan. Selama ini saya baik-baik di Persis. Latihan lancar. Hubungan sama pemain lain dan staf pelatih juga baik. Cuma masalah gaji yang bawa miskomunikasi," kata bek berusia 38 tahun itu. (irw/nik/wa/ria)

(rs/irw/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia