alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Usul Pemotongan Pendapatan 50 Persen untuk ASN Golongan III

30 April 2020, 22: 34: 23 WIB | editor : Perdana

Ganjar saat mengikuti rapat terbatas tentang Musrenbangnas 2020 secara virtual, Kamis (30/4)

Ganjar saat mengikuti rapat terbatas tentang Musrenbangnas 2020 secara virtual, Kamis (30/4)

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk melakukan pemotongan pendapatan aparatur sipil negara (ASN) hingga 50 persen. Terutama untuk pegawai yang sudah menapaki golongan III ke atas.

Usulan itu disampaikan Ganjar saat mengikuti rapat terbatas tentang Musrenbangnas 2020 secara virtual, Kamis (30/4). Rapat terbatas dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Serta diikuti jajaran menteri kabinet dan sejumlah kepala daerah.

"Saya minta ke pemerintah pusat agar secara nasional tolong diperhitungkan. Seluruh pegawai kita minimal yang grade-nya di atas atau sudah menduduki jabatan, pendapatannya dipotong 50 persen. Pendapatan lho, bukan gaji," kata Ganjar.

Menurut dia, pemotongan itu penting untuk menunjukkan sensitivitas pegawai pemerintahan kepada masyarakat. Mengingat saat ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan akibat terdampak Covid-19.

"Para buruh di-PHK, pekerja informal tidak bisa bekerja dan banyak lagi masyarakat yang mengalami kesulitan hidup akibat wabah pandemi ini. Mari kita ikut peduli, bahwa kita saat ini semua sedang dalam masa kesulitan," papar Ganjar.

Jika pemotongan pendapatan ASN benar-benar direalisasikan, maka akan membantu meringankan beban negara di tengah pandemi Covid ini. Apalagi, kata dia, kondisi ekonomi Indonesia masih belum menentu tahun depan. 

"Gambarannya masih buram, ekonomi kita masih buram. Maka kalau itu (gaji ASN) bisa dipotong minimum 50 persen, akan bisa menunjukkan sensitivitas. Dan, anggarannya bisa dialokasikan untuk me-rescue masyarakat kecil yang saat ini sangat membutuhkan," tegas dia.

Namun, Ganjar menegaskan, usulan pemotongan pendapatan itu tidak diperuntukkan bagi seluruh ASN di Indonesia. Para ASN di golongan I atau II harus tetap diberikan pendapatannya secara utuh.

"Yang harus dipotong yang sudah golongan III ke atas. Apalagi mereka yang sudah menempati jabatan penting. Saya minta usulan ini benar-benar dipertimbangkan agar secara nasional," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia