alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Usulan Ganjar Soal Pemotongan Pendapatan ASN Didukung Kaum Buruh

02 Mei 2020, 23: 28: 06 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SEMARANG - Usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal pemotongan pendapatan aparatur sipil negara (ASN) golongan III ke atas atau yang memiliki jabatan, mengundang pro dan kontra. Banyak ASN mendukung usulan tersebut sebagai wujud keprihatinan dan kepedulian di masa pandemi Covid-19. Namun, tak sedikit pula yang menolak dengan berbagai alasan.

Bagi masyarakat sendiri, usulan Ganjar tersebut sangat diapresiasi. Masyarakat kecil, termasuk kalangan buruh sangat mengharapkan kerelaan ASN agar menyepakati usulan pemotongan pendapatan  itu. Sehingga anggaran yang ada bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang rawan terdampak pandemi Covid-19.

"Saya kira itu langkah yang tepat. Apa yang dilakukan Pak Ganjar adalah hal yang sangat manusiawi. Terobosan itu tentu sangat menenangkan kekhawatiran hidup masyarakat yang kesusahan, termasuk di dalamnya kawan-kawan buruh," kata Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI) Elly Rosita Silaban, Sabtu (2/5).

Usulan Ganjar itu, kata Elly, seharusnya diterima dengan baik oleh para ASN. Selain itu, terobosan ini seharusnya tidak hanya diterapkan di kalangan ASN daerah. Namun juga untuk sejumlah pejabat tinggi, BUMN, DPR, kementerian, dan instansi atau lembaga lain.

Menurut dia, dengan usulan pemotongan pendapatan itu, sebenarnya gubernur ingin mengajak para ASN untuk berempati. Dalam situasi seperti saat ini, bantuan sekecil apapun akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang semakin terjepit.

”Saat ini banyak masyarakat yang kelaparan dan tidak bisa meneruskan hidup mereka. Dengan bantuan itu, akan banyak masyarakat tertolong. Minimal mereka bisa menyambung hidup dan bisa makan,” papar Elly.

Bagaimana dengan respons ASN yang tak sedikit masih menyatakan kontra? Elly mengatakan hal itu seharusnya tidak terjadi. Nasib para ASN menurut Elly jauh lebih beruntung dibanding kelompok masyarakat lain di tengah pandemi ini. 

Jajaran ASN, kata dia, tidak boleh terlalu ekslusif dan mempertontonkan kemewahan di saat banyak masyarakat kesulitan. Meski selama ini mereka dirumahkan, namun masih tetap menerima bayaran utuh.

"Mereka nasibnya masih lebih bagus karena selama ini meskipun dirumahkan, namun tidak ada pemotongan. Sementara para buruh, ada yang di-PHK atau dirumahkan tanpa ada pendapatan. Seharusnya, usulan Pak Ganjar ini didukung sebagai bentuk sumbangsih kepada masyarakat yang lebih membutuhkan," tegas Elly.

Hal senada disampaikan Sekertaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jateng Syarif Imaduddin. Syarif sangat setuju dengan usulan Ganjar tentang pemotongan pendapatan ASN 50 persen.

"Kawan-kawan ASN itu kondisinya yang paling stabil saat pandemi ini. Meski ada yang dirumahkan, namun penghasilannya tidak berkurang. Sementara kami, banyak yang di-PHK atau dirumahkan tanpa pesangon dan uang bayaran," kata dia.

Menurut Syarif, pro kontra atas sebuah kebijakan pasti terjadi karena menyangkut kepentingan banyak orang. Apalagi, pendapatan merupakan hak pribadi masing-masing. Namun menurutnya, dibanding buruh atau masyarakat kecil lainnya, nasib ASN yang dipotong pendapatannya itu tidaklah ada apa-apanya. Mereka tetap mendapat gaji dan masih bisa mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Sekarang saatnya kita semua gotong royong, saling berempati dan membangun solidaritas yang sama. Kami yakin pemotongan 50 persen pendapatan itu memberatkan, tapi kondisi masyarakat kecil lainnya lebih banyak yang mengenaskan daripada itu," tegasnya.

Lebih lanjut diungkapkan Syarif, justru saat inilah jiwa kebangsaan tengah diuji. Nilai-nilai Pancasila diuji dengan wabah yang membuat hampir semua sektor terpukul. Membangun solidaritas yang tinggi antarsesama bangsa adalah hal paling penting dalam penanganan wabah Covid-19. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia