alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Usul Penyaluran Bansos Bisa Lebih Luwes: Selesai di Level Desa

03 Mei 2020, 23: 37: 51 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengusulkan agar penyaluran bansos bisa lebih luwes.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengusulkan agar penyaluran bansos bisa lebih luwes.

Share this      

SEMARANG - Berbagai persoalan tak terduga rawan terjadi dalam proses penyaluran bantuan sosial (bansos) di lapangan. Untuk itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar pemerintah pusat tidak kaku dalam program penyaluran bantuan sosial.

Hal itu disampaikan Ganjar kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo saat rapat terbatas melalui video conference, Minggu (3/5).

Hadir dalam rapat itu, jajaran dirjen dari sejumlah kementerian dan gubernur se Jawa-Bali.

"Persoalan bansos ini sudah menimbulkan geger genjik. Di kalangan bawah sudah ribut-ribut sampai sejumlah pimpinan daerah merasa dibentur-benturkan. Ini sudah terjadi, sampai ada satu kades di Jateng yang viral gara-gara ini," kata Ganjar.

Dalam rapat via daring yang diikuti jajaran dirjen dari sejumlah kementerian dan gubernur se-Jawa-Bali itu, Ganjar meminta pemerintah pusat tidak kaku dalam implementasi penyaluran bantuan. Daerah mesti diberikan keluwesan dalam penyaluran sejumlah bantuan itu.

"Misalnya, ada warga yang sudah dapat PKH, dia tanya apakah masih bisa memperoleh bantuan lain. Sesuai undang-undang kan tidak boleh, tapi nyatanya dia kekurangan," terang Ganjar.

Gubernur juga menyebutkan contoh kasus yang terjadi di salah satu desa di Banyumas. Ada seorang kepala desa yang mengatakan sudah mendata 300 warganya yang berhak mendapat bantuan ke pusat. Dari data itu, yang turun dan mendapatkan bantuan hanya 200 orang. Ironisnya, 200 orang itu beda dengan data yang diusulkan.

"Atau barangkali ada masyarakat yang berebut untuk dapat bantuan tunai yang Rp 600 ribu. Mereka tidak mau yang Rp 200 ribu. Ini kan jadi persoalan dan itu membuat kami di bawah kesulitan," tegasnya.

Untuk itu, Ganjar mengusulkan agar pemerintah pusat bisa memberikan keluwesan. Dalam artian, masing-masing kepala desa masing-masing bisa diberi kewenangan untuk penyaluran bantuan-bantuan yang ada. Sebab, kepala desa lah yang mengetahui secara langsung kondisi warga-warganya.

"Alangkah baiknya jika bantuan sosial ini diselesaikan di level desa. Diserahkan pada kades, silakan gunakan sesuai kriteria dan dengan lokalitas yang ada. Tentu kami, baik dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota memberikan pendampingan," tegasnya.

Lebih lanjut Ganjar juga mengusulkan opsi lain terkait penyaluran bantuan-bantuan sosial dari pemerintah. Misalnya, bantuan tersebut tak langsung didistribusikan saat itu juga. Tapi dikumpulkan menjadi satu dan dijadikan untuk lumbung pangan. Nantinya, lumbung pangan itu dapat dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Termasuk kartu Prakerja, kami usul bagaimana kalau itu diserahkan ke daerah. Dengan begitu, maka penggunaanya akan tepat sasaran dan para buruh tidak perlu kesulitan mendaftar via online. Apalagi sudah terjadi, kalau pendaftaran hanya mengandalkan satu sistem, itu pasti akan berjubel," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyinggung soalnya banyaknya pemudik yang keluar dari Jabodetabek. Menurutnya, daerah yang telah menerapkan PSBB harus lebih ketat dalam melakukan pengawasan. Bahkan jika perlu, penegakan sanksi hukum mesti dilakukan.

"Kalau tidak tegas, nanti mereka tidak disiplin. Tentu sambil memperbaiki pembagian bansos agar mereka yang tidak mudik benar-benar terjamin," ucap gubernur.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo menanggapi serius usulan Ganjar. Bahkan, Doni meminta Ganjar untuk segera mengirimkan surat permohonan kepada gugus tugas pusat agar segera bisa direalisasikan.

"Ini usulan bagus dari Jawa Tengah. Bisa tidak Pak Ganjar segera buat surat ke gugus tugas. Nanti tembusannya ke Kemensos soal keluwesan bantuan sosial, agar segera ditindaklanjuti," kata Doni.

Doni juga meminta agar seluruh daerah melakukan inovasi serta terobosan dalam penanganan Covid-19. Sehingga penanganan dan pencegahan Covid-19 bisa lebih efektif. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia