alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Viral Warga Klaten Hendak Jual Ginjal, Ganjar Pastikan sudah Ditangani

04 Mei 2020, 20: 38: 34 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Media sosial digegerkan dengan informasi adanya warga Klaten yang nekat berjalan kaki menuju Semarang, hendak menjual ginjal demi memenuhi kebutuhan hidup dan membayar hutang. Pria bernama Frans Larry Oktavianus, 43, itu jalan kaki ke Semarang untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tanpa memberitahukan keluarganya, Larry nekat akan menjual ginjalnya karena kesulitan ekonomi. Sebelumnya, Larry terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempatnya bekerja di cuci mobil Jogja akibat pandemi Covid-19. Dia pun merasa kebingungan mencukupi kebutuhan hidup istri dan empat anaknya.

"Kemarin setelah masuk media, saya dikabari dan saya komunikasi dengan wartawan yang menulis. Dari sana, saya dapat informasi sudah dibantu. Saya juga langsung komunikasi dengan Dinsos Klaten, TNI/Polri sudah turun tangan dan sudah memberikan bantuan. Bupati juga sudah turun tangan," kata Ganjar saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Gradhika Bhakti Praja, Senin (4/5).

Ganjar bahkan sudah menelepon istri Larry dan menanyakan kronologinya. Menurut pengakuan istri Larry, sampai saat ini dia tidak tahu nasib suaminya. Bahkan, tak tahu posisi suaminya sekarang. Apalagi Larry pergi tanpa membawa handphone.

"Katanya mau ketemu saya, tapi sampai sekarang belum tahu di mana. Malah saya khawatir, jangan sampai hilang," papar Ganjar.

Ganjar menerangkan, di masa pandemi ini semua orang pasti mengalami kesulitan. Meski begitu, Ganjar menerangkan agar tidak perlu melakukan hal nekat seperti warga Klaten tersebut.

"Tidak perlu seperti itu. Dia bisa lapor ke RT/RW atau lurah di daerahnya, itu sudah cukup. Saya kira bupati Klaten juga cukup responsif soal ini," tegasnya.

Kalau ada yang kesulitan dan membutuhkan bantuan, Ganjar meminta agar langsung meminta kepada aparat pemerintah setempat. Apakah ke kelurahan, kabupaten atau bahkan ke provinsi.

"Minta saja bantuan ke pemerintah, atau langsung ke saya. Biasanya ada orang yang minta bantuan ke saya, langsung diverifikasi dan langsung dapat. Jadi silakan itu ditempuh, jangan membuat suasana jadi ngeri. Orang melihat situasi jadi semengerikan itu. Saya khawatir saja sebenarnya, orang itu belum lapor pada aparat," ucap Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia