alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Nekat Mudik ke Berjo, Siap-Siap Kemah 14 Hari Dulu di Telaga Madirda

08 Mei 2020, 12: 05: 39 WIB | editor : Perdana

Tenda-tenda yang diasiapkan Pemdes Berjo untuk pemudik yang nekat balik ke kampung.

Tenda-tenda yang diasiapkan Pemdes Berjo untuk pemudik yang nekat balik ke kampung. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Pemerintah Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, mempunyai cara tersendiri untuk mengarantina para perantau yang nekat mudik ke kampung halaman. Mereka akan diminta untuk nge-camp alias berkemah selama 14 hari.

Karantina dengan cara nge-camp itu dibuat pemerintah desa Berjo melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di lokasi wisata Telaga Madirda. Kades Berjo Suyatno mengungkapkan, selama masa pencegahan penularan Covid-19, lokasi wisata tersebut memang ditutup. Sehingga kemudian digunakan untuk tempat karantina.

Saat ini, lokasi wisata tersebut sudah dipasangi tenda-tenda dan sejumlah fasilitas lain untuk kebutuhan warga yang menjalani karantina.

“Seperti pulau karantina, karena penggunaannya itu nanti khusus untuk warga Desa Berjo yang nekat pulang mudik. Jadi saat mereka datang, pengurus RT atau kepala dusun segera laporan. Mereka kita cek ke puskesmas dulu dan kemudian menempati di pulau karantina,” kata Suyatno, Jumat (8/5).

Diungkapkan Suyatno, jika nanti ada warga yang menjalani isolasi, maka keluarganya dipersilakan untuk menjenguk. Namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Satu tenda satu orang seharusnya. Tapi kalau nanti ada satu keluarga yang mudik, kemungkinan satu tenda itu bisa satu keluarga. Semua fasilitas sudah kami siapkan, seperti MCK dan beberapa lokasi pendukung lain untuk bisa bertemu dengan keluarga selama masa karantina. Tentunya dengan pengawasan dari tim,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono telah mendengar dan menerima laporan terkait terobosan dari Pemdes Berjo yang membuat tempat karantina itu.

“Bagus, jadi lokasi wisata juga tidak layu, dan tetap dirawat. Saya kira masyarakat yang akan mudik ataupun nekat mudik bisa-bisa malah senang, karena malah nge-camp dan diberikan fasilitas,” kata bupati. (rud/ria)




(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia