alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Viral 1 Keluarga Tinggal di Becak, Ganjar Pastikan sudah Terbantu

08 Mei 2020, 15: 22: 43 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Kisah keluarga di Solo yang viral karena hidup dan tinggal di becak disesalkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, hal itu bisa secepatnya teratasi jika masyarakat aktif melapor kepada perangkat desa apabila mengalami kesulitan ekonomi akibat wabah covid-19.

Ganjar mengaku telah menelpon Fatimah, istri Dul Rohmat yang viral karena tinggal di atas becak. Dikatakan Ganjar, saat ini mereka telah menerima bantuan dan tak lagi tinggal di atas becak.

"Tadi saya telpon, sudah dibantu sekarang sudah aman. Dia dan keluarga sekarang tinggal di kos karena sudah ada donatur yang mbayari. Bantuan juga terus mengalir," kata Ganjar, Jumat (8/5).

Ganjar berharap kejadian seperti ini tak akan terulang lagi. Karena sebenarnya ada solusi yang akan langsung diberikan jika warga yang bersangkutan cepat melapor kepada perangkat RT/RW maupun lurah di tempat tinggalnya. Bahkan, Ganjar pun siap menerima laporan langsung dari warga dan memastikan akan membantu.

" Jangankan warga saya yang ada di Jateng, warga Jateng yang tinggal di luar Jawa bahkan luar negeri pun kalau lapor pasti kami bantu. Yang di Solo itu mungkin belum melapor, sehingga jadi berita dan viral ke mana-mana," tegasnya.

Ganjar menjelaskan, di tengah pandemi saat ini pasti banyak masyarakat yang memerlukan bantuan. Bahkan, bantuan yang disalurkan pun pasti tidak bisa merata. Sebab, selain warga miskin yang sudah ada, banyak warga miskin baru yang belum masuk daftar penerima bantuan program pemerintah. Misalnya, warga yang sebelumnye bekerja dan berpenghasilan sekarang nganggur karen PHK atau dirumahkan. Lalu, warga perantauan yang baru pulang mudik dan lainnya.

"Bantuan pasti tidak merata. Untuk itu, saya membuat program Jogo Tonggo untuk menjaga satu sama lain. Kalau ada yang baru dan belum dapat bantuan, laporkan saja. Kalau lapor nanti didata, diobrolkan bareng-bareng untuk cari solusi," ucapnya.

Sementara itu, saat ditelepon Ganjar, Fatimah menceritakan saat ini keluarganya sudah kembali tinggal di kos-kosan karena ada donatur yang membayar sewa kos.

"Sekarang sudah di kos-kosan, Pak. Ada yang mbayari dari relawan. Ini bantuan juga sudah dapat, ada sembako dan lainnya," ucapnya.

Bahkan, keluarga asal Grobogan itu sudah mendapat tawaran untuk menempati rumah salah satu warga secara gratis. Di rumah itu, kata Fatimah, dia akan memulai usaha berjualan kecil-kecilan untuk mencukupi kebutuhan.

"Saya mau jualan es atau makanan jadi, Pak. Ini sudah proses, Pak. Maaf ya pak, saya juga tidak tahu kalau mau jadi ramai seperti ini," papar Fatimah.

Ganjar pun meminta Fatimah dan keluarga menjaga kesehatan. Bantuan yang didapat saat ini diharapkan bisa dikelola untuk makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ganjar juga senang dan memberikan motivasi kepada Fatimah karena mau memulai usaha. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia