alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

PPDB Tahun Ini Mengacu Nilai Rapor Semester I hingga V

09 Mei 2020, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Pelaksanaan PPDB di salah satu sekolah di Solo tahun lalu. Karena adanya pandemi Covid, pelaksaaan PPDB tahun ini dibuat berbeda.

Pelaksanaan PPDB di salah satu sekolah di Solo tahun lalu. Karena adanya pandemi Covid, pelaksaaan PPDB tahun ini dibuat berbeda. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) segera dibuka. Karena tahun ini ujian nasional (UN) ditiadakan akibat wabah Covid-19, maka acuan penerimaan siswa baru berdasarkan nilai rapor siswa semester I hingga V.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (8/5). Kepada Ganjar, Jumeri menerangkan teknis PPDB tahun ini.

“Kalau dulu syarat mendaftar acuannya surat keterangan hasil ujian nasional (UN), sekarang karena UN ditiadakan maka acuannya adalah nilai rapor dari semester satu hingga lima. Kami sudah perintahkan kepala SMP/MTs negeri dan swasta agar membuat surat keterangan nilai rapor itu,” kata Jumeri.

Mengenai zonasi, Jumeri menerangkan ada perbedaan dari tahun lalu. Bila tahun lalu jalur zonasi ditetapkan 80 persen, pada pelaksanaan PPDB tahun ini, zonasi hanya ditetapkan minimal 50 persen. Sisanya diisi jalur prestasi 30 persen, afirmasi untuk anak miskin, difabel dan olahraga sebesar 15 persen, dan jalur perpindahan orang tua sebesar 5 persen.

“Untuk pelaksanaan pendaftaran jalur inklusi dan kelas olahraga akan dimulai pada 2-4 Juni. Sementara jalur reguler kami mulai pada 15-25 Juni,” terangnya.

Semua pelaksanaan pendaftaran akan dilaksanakan secara online. Siswa dan orang tua siswa diminta tidak perlu datang ke sekolah untuk melakukan pendaftaran. Bahkan, sejumlah persyaratan juga akan diubah sesuai kondisi. Misalnya surat keterangan sehat dari dokter bagi calon siswa SMK, karena Covid-19, surat itu diganti dengan pernyataan orang tua siswa.

“Soalnya kalau harus mencari surat itu, nanti mereka berbondong-bondong ke rumah sakit atau puskesmas. Itu cukup berbahaya, sehingga kami mengganti dengan keterangan orang tua,” tegas Jumeri.

Terkait daya tampung, PPDB tahun ini menampung 216.156 siswa. Terdiri dari kapasitas SMA 115.908 dan kapasitas SMK 100.248. Sementara lulusan SMP/MTs tahun ini di Jateng totalnya sekitar 513.178 siswa.

“Kami tidak menambah kuota, karena sisa kuota ini biar ditangkap sekolah-sekolah swasta yang ada,” ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menitipkan terkait integritas dalam proses PPDB. Ganjar tidak mau ada orang tua siswa yang menitipkan anaknya atau memalsukan data-data demi anaknya diterima di sekolah tertentu.

“Tolong integritas diperhatikan betul. Buat saja surat pernyataan, kalau melakukan pemalsuan data, sanksinya apa. Apakah bisa dikeluarkan atau bagaimana,” tegasnya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia