alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Didi Kempot Iringi Perjalanan Persis, Lagunya Sering Disetel di Mes

10 Mei 2020, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KOMPAK: Para pemain Persis mendorong bus, yang mogok di depan Stadion Manahan. Saat perjalanan, lagu Didi Kempot sering disetel di dalam bus untuk dinyanyikan para pemain.

KOMPAK: Para pemain Persis mendorong bus, yang mogok di depan Stadion Manahan. Saat perjalanan, lagu Didi Kempot sering disetel di dalam bus untuk dinyanyikan para pemain. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tutup usianya penyanyi kondang asal Solo Didi Kempot, tentu membuat banyak pihak kaget bukan kepalang. Penikmat sosok pria berambut gondrong ini, ternyata tak hanya orang asal Solo atau mereka yang mengerti bahasa Jawa saja, orang dari luar kota juga ikut senang dan hapal lagu-lagunya.

Skuad Persis, ternyata banyak yang menggemari lagu-lagunya Didi Kempot. “Sering didengarkan di mes. Banyak yang suka. Biasanya juga pas perjalanan mau latihan disetel di bus lagunya,” terang winger Persis Solo Hapidin kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pria berdarah Sunda tersebut, ternyata cukup hapal lagu-lagu Didi Kempot yang sebagian besar berbahasa Jawa. Hapidin tak terlalu sulit mencernanya, sebab dia sudah cukup lama berkarir di klub-klub Jawa Tengah. Selain di Solo, dia pernah bergabung dengan Persibat Batang hingga PSIS Semarang juga.

“Sekarang dengar lagu-lagu Jawa, karena sudah terbiasa juga hidup di Jawa. Apalagi karya pakde Didi Kempot bagus-bagus dan enak didengar juga. Kalau di mes, yang sering dengerin itu Susanto (bek Persis asal Purwodadi),” terang Hapidin.

“Inginnya sih mumpung masih kerja di Solo, pengen banget ketemu. Tapi belum kesampaian,” sambungnya

Pemain asal Bandung ini mengakui terakhir kali menonton aksi Didi Kempot saat menjalani konser mini di Wedangan Radjiman, belum lama ini. 

“Walaupun konser mini, waktu itu sangking pengennya lihat pakde Didi aku samperin (lokasi acaranya). Aku bela-belain pengen nonton, walaupun dari kejauhan. Rata-rata lagunya (Didi Kempot) aku senang, tapi yang paling seneng yang judulnya Pamer Bojo,” ujarnya.

Didi Kempot sendiri membuat kaget banyak pihak, karena tutup usia Selasa (5/5)pagi, dan langsung dikebumikan di Ngawi. “Aku kaget banget (dengar kabarnya). Sampe aku gak percaya juga kalau meninggal. Aku langsung cari berita di media dan nyalain TV. Mau cari kebenaran infonya, ternyata benar. Gak nyangka banget lah,” terangnya.

Pemain Persis asal Pekanbaru Nanang Asripin ternyata juga cukup senang dengan lagu-lagu Didi Kempot.

Pemain yang berseragam Persis di musim Piala Polda Jateng 2015, Liga 2 2019 dan Liga 2 2020 tersebut cukup hapal dengan lagu Cidro, Stasiun Balapan hingga Pamer Bojo. “Saya seneng sekali, enak lagu-lagunya. Sering dengar di mes. Dulu pengen banget nonton langsung konser beliau, tapi belum kesampaian,” terang Nanang.

Mantan pemain PS Bangka, Perserang Serang dan Cilegon United tersebut sejatinya memang baru belajar bahasa Jawa setelah bergabung di tim Persis. “Walau bukan orang Jawa, tapi saya senang. (Soal arti di lagu bahasa Jawa), sitik-sitik iso (ngerti artinya). Walaupun gak semua artinya ngerti,” ujarnya.

Nanang mengakui kecintaannya pada lagu Didi, salah satunya tentu lantaran pemain Persis banyak yang sering menyetel lagu tersebut di beberapa kegiatan. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia