alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Duet ABY-HJT Siap Bertarung di Pilkada Klaten, Diusung 4 Parpol

13 Mei 2020, 02: 03: 47 WIB | editor : Perdana

ABY-HJT saat memperkenalkan diri sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Klaten.

ABY-HJT saat memperkenalkan diri sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Bakal calon bupati Klaten Arif Budiyono (ABY) akhirnya memilih Harjanto (HJT) sebagai pasangannya untuk mengarungi Pilkada Klaten 2020. Duet ABY-HJT diusung empat partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Klaten, yakni PAN, PKB, PPP, dan Nasdem.

Bersama tim sukses, pasangan nasional-religius ini memperkenalkan diri di depan awak media pada Senin (11/5) malam. Mereka menegaskan, keikutsertaan dalam kontestasi Pilkada Klaten 2020 untuk memperbaiki Klaten menjadi lebih baik lagi.

“Saya tegaskan lagi, majunya kami mengikuti konstelasi Pilkada Klaten ini, kita memang diminta tokoh masyarakat, agama, dan parpol. Kami maju ini memiliki niat dan tujuan tertentu, yakni memperbaiki Klaten karena saya melihat stagnan di tempat,” jelas Arif yang masih aktif sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) ini.

Arif juga menyoroti perkembangan Klaten selama 15 tahun ke belakang yang dinilainya sangat mengecewakan. Maka itu, dengan menggandeng HJT, dia berniat maju dalam Pilkada Klaten agar Kota Bersinar bisa berkembang. Bahkan, Arif memiliki harapan Klaten bisa menjadi kabupaten terbaik di berbagai bidang.

“Saya yakin dengan SDM dan SDA yang kita miliki, mungkin semua akan terjadi. Tentunya dengan kepemimpinan yang jujur dan amanah, maka akan membawa Klaten menjadi kabupaten terbaik. Arah awal kami (pencalonan) memang ke situ,” jelas Arif.

Arif mengungkapkan, dengan pendidikan yang ditempuhnya di bidang urban infrastructure management, environmental engineering hingga pengalaman kerjanya bisa menjadi bekal dalam memimpin Klaten. Tentunya bisa membawa Klaten dengan berbagai kemajuan di berbagai bidang, mulai dari SDM hingga pertanian.

“Kalau melihat data yang ada dan BPS, untuk pertumbuhan ekonomi kita masih di bawah standar, yakni 2 persen. Mohon maaf kalau 2 persen, kalau andaikata inflasi 3 persen kita bisa minus 1 persen. Ini artinya RPJM yang selama ini dijalankan tidak mengendorse ekonomi yang ada, ini yang perlu digarisbawahi,” jelasnya.

Sementara itu, dipilihnya Harjanto sebagai pendamping ABY telah mempertimbangkan berbagai hal. Termasuk mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh hingga akhirnya menyimpulkan HJT sebagai pasangan yang tepat. Apalagi ABY merasa jika HJT memiliki cara pandang dan tujuan yang sama dalam keikutsertaan dalam Pilkada Klaten kali ini.

Harjanto sendiri merupakan kepala desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara. Harjanto juga mantan pengurus DPC PDIP Klaten yang sempat mengikuti penjaringan di PDIP, tetapi tidak mendapatkan rekomendasi. Dia menyatakan siap untuk mendampingi ABY guna memenangkan pilkada.

“Saya membawa figur tokoh masyarakat saja selaku kepala desa. Kalau nantinya sudah ditetapkan KPU, kalau sesuai aturan satu minggu sebelum pemilihan harus mengundurkan diri. Air mengalir saja, mengikuti aturan yang ada,” jelas Harjanto.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Klaten Darmadi mengatakan jika pengurusan rekomendasi kepada duet ABY-HJT dari empat partai pengusung telah beres. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk deklarasi pasangan nasionalis-religius ini.

“Kita mengajukan pasangan ABY-HJT ini bukan tanpa alasan maupun target. Ya ingin mengubah Klaten, apalagi penilaian kita Klaten itu stagnan,” pungkasnya. (ren/ria)









(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia