alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Duo Penggawa Persis Solo Tebar Motivasi di Pacitan

15 Mei 2020, 18: 50: 10 WIB | editor : Perdana

BAGI-BAGI ILMU: Penggawa Persis Solo Joko Susilo dan Tri Handoko tengah memberikan instruksi anak-anak Desa Punung, Pacitan saat sesi latihan, belum lama ini.

BAGI-BAGI ILMU: Penggawa Persis Solo Joko Susilo dan Tri Handoko tengah memberikan instruksi anak-anak Desa Punung, Pacitan saat sesi latihan, belum lama ini. (JOKO SUSILO FOR RADAR SOLO)

Share this      

PACITAN – Dua pemain Persis Solo musim ini, Joko Susilo dan Tri Handoko, ternyata kini tengah membagi ilmunya kepada anak-anak di desa tempat tinggalnya di Pacitan, Jawa Timur. Keduanya dadakan jadi pelatih untuk menggembleng anak-anak muda di Desa Punung, Pacitan. Usai tim Persis meliburkan sesi latihan rutinnya, pertengahan Maret lalu karena Kota Solo berstatus kejadian luar biasa (KLB) korona, keduanya memutuskan untuk benetap di Pacitan.

Rutin berlatih bersama, ternyata membawa mereka mendapat kesempatan untuk melatih anak-anak di Desa Punung bermain bola.

“Awalnya yang main disini itu seringnya yang bapak-bapaknya tok. Bapak-bapaknya curhat, prihatin banyak anak-anak disini bakat main bolanya tak tersalurkan. Padahal disini ada lapangan bagus. Akhirnya saya sama mas Ndok (sapaan Tri Handoko) bersedia untuk ikut memberi pelatihan ke anak-anak disini. Animonya cukup bagus,” ucap Joko Susilo kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dia mengakui tiap sesi, jumlah anak yang berlatih memang beragam. Bisa belasan hingga puluhan. Dia juga menjalani beberapa pola latihan beragam, agar anak-anak tak bosan. “Beberapa pola latihan yang  kami dapatkan dengan coach Salahudin (pelatih Persis Solo) saya terapkan. Cukup yang enteng-enteng saja. Intinya, yang penting motivasi anak-anak berlatih muncul,” ucapnya

Keduanya memberikan materi latihan layaknya pemain profesional. Sebut saja keseimbangan, kelenturan badan, mengontrol bola, umpan hingga taktikal sederhana.

"Tidak hanya anak-anak pelajar atau para pemuda saja yangikut latihan, sebagian bapak-bapak juga ikutan. Dimasa seperti saat ini, menjaga imun itu penting. Salah satunya tentu saja dengan rutin berolahraga. Kalau pikiran fresh dan badan sehat, saya yakin semua bisa sehat selalu,” ujarnya.

Joko mengakui di lokasi mereka saat ini, kondisinya masih aman. Walau begitu beberapa praktik keamanan tetap dilakukan. Mulai dari tak melakukan jabat tangan, hingga sebelum latihan dites menggunakan alat untuk mengatur suhu tubuh dulu.

”Kalau saya lihat, anak-anak disini punya potensi. Asal mereka rajin berlatih, dan bakatnya bisa tersalurkan dengan baik, saya yakin mereka bisa jadi pemain potensial kedepannya,” ujar pemain yang sempat bergabung dengan PS TNI U-21 tersebut.

“Kalau pemain bola latihan di daerah sini senang sekali. Dataran tinggi ada bagus buat ningkatin fisik, dan deket pantai juga, jadi bisa latihan disana. Selain ningkatin stamina, bisa cuci mata juga,” terang pria berstatus anggota TNI Angkatan Darat tersebut. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia